jpnn.com, JAKARTA - Sederet Menteri melakukan pertemuan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
Dalam pertemuan itu hadir Menko Perekonomian Ailangga Hartarto, Menteri Sekretariat Negara Indonesia (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
BACA JUGA: Bahlil: Perintah Pak Prabowo Jangan Menaikkan Harga BBM
Pertemuan diduga membicarakan strategi pemerintah dalam menangani dampak ekonomi menyusul konflik di kawasan Timur Tengah yang hingga kini belum mereda.
Salah satu poin paling krusial dalam diskusi tersebut yakni pembahasan mengenai isu energi, terutama terkait stabilitas pasokan dan harga di pasar global.
BACA JUGA: BGN Inisiatif Lakukan Efesiensi Buntut Konflik Timur Tengah, Purbaya Bakal Monitor Anggaran
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi rapat tersebut dilakukan untuk membahas instruksi langsung dari Kepala Negara.
"Ya, tadi kami baru selesai rapat dengan Pak Menko dalam rangka menindaklanjuti arahan Bapak Presiden terkait dengan beberapa hal, tapi mungkin yang bukan bidang saya nanti disampaikan ke menteri yang teknis," ujar Bahlil.
BACA JUGA: Lantik Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Baru Kemenkeu, Purbaya Berpesan Begini
Bahlil menjelaskan Kementerian ESDM telah merumuskan langkah-langkah antisipatif bersama PT. Pertamina (Persero).
Fokus utamanya memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap terjaga, meskipun jalur distribusi global sedang tertekan.
Pemerintah menyatakan saat ini posisi cadangan energi nasional masih dalam kategori stabil.
Standar minimal ketersediaan telah terpenuhi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dan industri masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
"Jadi, stok BBM kita InsyaAllah dalam kondisi yang aman, standar minimal memenuhi syarat,"
Selain BBM, pemerintah juga memberikan atensi khusus pada ketersediaan Elpiji (LPG).
Mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG tinggi, dia mengimbau mengajak masyarakat untuk mulai melakukan efisiensi penggunaan energi secara mandiri.
Namun, dia menegaskan kondisi pasokan LPG saat ini masih stabil.
"Kita tahu bahwa LPG Indonesia 70% impor, tetapi sampai dengan hari ini kondisinya clear," tuturnya.
Pemerintah juga menyoroti realitas persaingan global dalam memerebutkan komoditas energi saat ini.
Ketersediaan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai bukan satu-satunya kunci, melainkan kemampuan untuk mengamankan fisik barang dari rebutan negara lain.
"Sekalipun kita ada duit, tetapi kalau barangnya kita harus rebut dengan negara lain, nah, ini kita harus betul-betul menjaganya," ujar Bahlil. (mcr31/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bahlil Dinilai Berhasil Menepis Kekhawatiran Publik Soal Kelangkaan BBM
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




