Serahkan 120 Unit Huntap ke Penyintas Bencana Tapsel, Kasatgas Tito Apresiasi Gerak Cepat Bupati

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Tapanuli Selatan - Pemerintah secara resmi menyerahkan sebanyak 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menilai pembangunan huntap di wilayah tersebut sebagai salah satu yang tercepat dalam penanganan bencana di Sumatera.

Advertisement

BACA JUGA: Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap, Harapan Baru bagi Warga Terdampak Bencana

"Nah, ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat," ungkap Tito dalam acara Penyerahan Kunci Tahap Satu 120 Unit Hunian Tetap untuk Rakyat Korban Bencana di Kabupaten Tapsel, Sumut, Jumat (27/3/2026).

Tito menjelaskan bahwa percepatan pembangunan huntap ditentukan oleh tiga tahapan utama. Tahap awal bergantung pada kemampuan pemerintah daerah (Pemda) dalam menyusun serta menyerahkan data korban secara rinci berbasis nama dan alamat (by name by address) beserta tingkat kerusakannya.

Data tersebut kemudian diverifikasi di lapangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pihak nonpemerintah, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam acara Penyerahan Kunci Tahap Satu 120 Unit Hunian Tetap untuk Rakyat Korban Bencana di Kabupaten Tapsel, Sumut, Jumat (27/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengapresiasi langkah Bupati Tapsel Gus Irawan yang dinilai sigap dalam menyampaikan data kerusakan secara lengkap dan cepat, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat. Kelengkapan dan kecepatan data ini turut mempercepat pencairan bantuan finansial berupa dana tunggu hunian (DTH) yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan sebesar Rp1,8 juta bagi masyarakat selama masa pengungsian.

Selain itu, warga terdampak juga menerima berbagai bantuan lainnya, seperti bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial sebesar Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabotan rumah tangga sebesar Rp3 juta, hingga dukungan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

"Itu juga karena data dari Pak Bupati [Tapsel yang diserahkan dengan cepat]," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Tunda Serangan Pembangkit Energi Iran Selama 10 Hari
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Robert Leonard Marbun Resmi Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pria Selingkuh dengan Wanita Bersuami, Berujung Babak Belur Dihakimi Warga
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
BI Catat Uang Beredar M2 Tembus Rp10.089,9 Triliun pada Februari 2026
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Basarnas Kendari Siagakan Personel di Objek Wisata Selama Libur Lebaran
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.