Kemlu Bilang Iran Beri Lampu Hijau Kapal Tanker RI Bisa Lintasi Selat Hormuz

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia supaya dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.

Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

Baca Juga :
Viral di Media Sosial Warga Filipina Jalan Kaki ke Kantor Imbas Krisis BBM
AS Ajukan Proposal untuk Akhiri Perang Iran, Israel Makin Khawatir

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl merespons pertanyaan ANTARA terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina di Jakarta, Jumat.

Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

Sebelumnya pada 4 Maret lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.

Namun demikian, Bahlil memastikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif pengadaan energi ke negara lain.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto pada 6 Maret mengatakan bahwa pemerintah RI terus meningkatkan upaya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker Pertamina tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan negaranya mengizinkan kapal-kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz. Sementara, kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang lewat.

Negara-negara "sahabat" yang diberi lampu hijau untuk melintas oleh Teheran itu antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia.

Adapun berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz, menurut laporan Anadolu. (Ant)

Baca Juga :
IHSG Turun Hampir 1 Persen, Cek 3 Saham Tetap Perkasa di LQ45
Israel Bombardir Kota Qom Iran, Enam Orang Tewas
Israel Klaim Bunuh Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri, Disebut Dalang Penutupan Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selamat! 5 Weton Ini Diprediksi akan Berlimpah Keberuntungan pada Tanggal 28 Maret 2026, Anda Salah Satunya?
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani PKL dan MTA di Industri RPA
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Saat Prabowo dan Anwar Ibrahim Bertemu di Istana
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Krisis BBM Australia, 500 SPBU Kehabisan Stok Bahan Bakar
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Siaran Langsung FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Vs Saint Kitts: Ketika Elkan Baggott dan John Herdman Curi Perhatian
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.