Penurunan Jumlah Kecelakaan & Fatalitas selama Mudik, Rekayasa Lalu Lintas Ikut Berperan

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Jasa Raharja mencatat adanya penurunan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2026, penurunan tersebut dinilai tidak terlepas dari efektivitas penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one-way dan pengaturan distribusi kendaraan di sejumlah titik strategis.

BACA JUGA: Jasa Raharja Kucurkan Rp 11,9 Miliar untuk Korban Kecelakaan Mudik

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa telah terjadi penurunan jumlah kecelakaan dan
angka fatalitas selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Berdasarkan hasil pengecekan peristiwa kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat, terjadi penurunan fatalitas korban kecelakaan hingga 30,4 persen. Selain itu, jumlah peristiwa kecelakaan juga mengalami penurunan sebesar 5,3 persen,” ujar Agus.

BACA JUGA: Baznas Siagakan 21 Pos Mudik Gratis untuk Layani Pemudik Arus Balik Lebaran

Penerapan manajemen lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, serta pengaturan distribusi kendaraan di jalur tol dan non-tol menjadi strategi utama dalam mengurai kepadatan kendaraan, sehingga perjalanan baik mudik maupun balik menjadi lebih aman dan nyaman.

Langkah ini juga didukung oleh kehadiran petugas di lapangan, termasuk petugas Jasa Raharja, yang turut aktif dalam pemantauan dan penanganan kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA: KA Srilelawangsa Layani 155 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menambahkan bahwa meskipun terjadi penurunan angka kecelakaan, perhatian tetap perlu diberikan pada dominasi kendaraan roda dua serta kecelakaan di jalan non-tol.

“Kami mencermati bahwa peristiwa kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang terjadi di jalur non-tol. Oleh karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas dan kendaraan menjadi sangat penting agar arus balik dapat lebih terkendali dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” ujar Awaluddin.

Lebih lanjut, Awaluddin menyampaikan bahwa sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan Jasa Raharja, perusahaan telah memastikan penyaluran santunan kepada korban kecelakaan berjalan dengan cepat dan tepat.

“Hingga saat ini, kami telah menyalurkan santunan kepada korban meninggal dunia maupun ahli waris dengan total nilai mencapai Rp11,9 miliar. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, serta memastikan bahwa hak korban terpenuhi secara optimal,” tambahnya.

Sebagai bagian dari BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus memperkuat perannya dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Dengan semangat melayani sepenuh hati, berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan kehadiran negara dirasakan dalam setiap layanan, khususnya pada momentum dengan mobilitas tinggi seperti Idulfitri. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kronologi Kecelakaan di Tol Andara, Fortuner Terguling setelah Menabrak Agya


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASDP Imbau Masyarakat Hindari Puncak Arus Balik Lebaran pada 28 dan 29 Maret 2026
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
IOC batasi kompetisi putri di Olimpiade hanya untuk perempuan biologis
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
120 Nama Bayi Laki-Laki Kristen dari Alkitab dari Huruf A-Z dan Artinya
• 10 jam lalutheasianparent.com
thumb
Israel Serang Lebanon Selatan, 4 Orang Tewas
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pembalap Indonesia di level dunia bukti ekosistem pembinaan berjalan
• 49 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.