Orang Dekat Trump Minta Setop Perang Iran, Begini Nasibnya Sekarang

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat kunjungan ke Verst Logistics di Hebron, Kentucky, AS, 11 Maret 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Kripto Gedung Putih, David Sacks, mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, dalam wawancara di Bloomberg Television pada Kamis (26/3) waktu setempat. Ia mengatakan telah mengakhiri pengabdiannya sebagai pegawai khusus pemerintahan.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Sacks terang-terangan menyebut Amerika Serikat (AS) harus mundur dari perang di Iran. Ia merupakan 'orang dekat' Presiden Donald Trump pertama di lingkungan pemerintahan yang blak-blakan memberikan rekomendasi seperti itu.


Sacks merupakan figur kawakan di Gedung Putih sejak Trump memulai jabatan keduanya sebagai presiden. Sacks merupakan investor dan pengusaha Silicon Valley yang cukup dikenal, serta mitra di Craft Ventures yang turut ia dirikan pada 2017 lalu.

Ia ditunjuk sebagai Kepala AI dan kripto di Gedung Putih sejak Desember 2024. Namun, menurut aturan AS, pegawai khusus pemerintah memiliki batasan waktu menjabat selama 130 hari dalam periode 12 bulan.

Selama menjabat sebagai kepala AI, Sacks memimpin pelonggaran pembatasan era Biden terhadap pengiriman chip AI ke China.

Pilihan Redaksi
  • Trump Buka Pintu Lebar-lebar Buat China, Hasilnya Nol Besar
  • Orang Dekat Trump Sebut Perang Iran Bawa 'Kiamat' Buat Amerika
  • Trump Angkat Pasukan Orang Kaya Raya Buat Lawan China

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg, Sacks mengatakan dia akan terus membantu memajukan kerangka kebijakan AI Trump yang dirilis minggu lalu, dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026).

Setelah mundur dari jabatannya, Sacks akan bergabung dalam Dewan Penasihat Presiden Donald Trump untuk Sains dan Teknologi. Komite penasihat federal tersebut terdiri dari para ahli industri dan akademisi.

Sacks mengatakan, sebagai ketua bersama badan tersebut, ia akan memberikan rekomendasi tentang berbagai isu teknologi yang lebih luas di luar AI.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Masif Adopsi AI & Cloud di Perusahaan, Waspada Risiko Keamanan Data

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MU dan Man City Pasang Radar! Barcelona Buka Pintu Keluar untuk Alejandro Balde
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Sheila Marcia Hingga Wina Natalia Kuatkan Anji di Pemakaman Ibunda
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polisi Buru I Dewa Ketut Wiranida Terkait Peredaran Ekstasi di Kelab Bali
• 11 jam laludetik.com
thumb
Kakorlantas Tinjau Tol Fungsional Japek II, Pastikan Arus Balik Terkendali
• 15 jam laludetik.com
thumb
Kapolda Jatim Patroli Udara Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Kondusif 
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.