DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Jawa Barat, melaporkan 11 kasus kebakaran besar di Kota Depok pada periode 17-24 Maret 2026.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dal Ops) DPKP Kota Depok, Tessy Haryati mengatakan secara menyeluruh terdapat 11 kasus kebakaran yang menimbulkan kerugian material dengan nominal yang begitu besar.
"Iya data jumlah kebakaran 11 yang menimbulkan kerugian lumayan besar pada periode 17-24 Maret 2026," kata dia saat dihubungi, Jumat (27/3/2026)
Baca juga : 10 Fakta Tragedi Kebakaran Hong Kong, dari Respons Xi Jinping hingga Nasib WNI
Kebakaran meliputi api tidak terkendali yang membakar bangunan rumah tinggal, mobil, benda padat (kayu, kertas), atau bahan masak. "Penyebab utama kebakaran, akibat arus pendek listrik, kebocoran gas yang sering terjadi di dapur rumah tangga, dan puntung rokok akibat kelalaian," katanya.
Tessy juga melaporkan selain 11 kebakaran, DPKP juga menangani 64 kasus non-kebakaran yakni operasi penyelamatan (rescue) selama periode 27-24 Maret 2026.
"DPKP Kota Depok mencatat 64 operasi penyelamatan yang ditangani selama periode 17–24 Maret 2026," ucapnya.
Baca juga : ABB Dorong Penerapan GPAS demi Cegah Risiko Kebakaran
Menurut Tessy bahwa kejadian non-kebakaran masih mendominasi penanganan petugas di lapangan, terutama evakuasi hewan liar yang masuk ke permukiman warga.
“Selama sepekan ini kami menangani 64 kejadian. Kasus rescue didominasi evakuasi hewan seperti ular dan biawak,” ujarnya.
Pada kategori penyelamatan, evakuasi ular menjadi yang paling banyak dengan 18 kejadian, disusul biawak sebanyak 13 kejadian.
"Petugas juga menangani evakuasi kucing sebanyak lima kejadian, serta tujuh kasus kunci kendaraan tertinggal di dalam mobil atau motor," katanya.
“Selain itu, terdapat dua kejadian anak terkunci di dalam rumah, satu kasus orang tercebur sumur, serta evakuasi lansia yang terjatuh dari lantai dua, rumah,” jelasnya.
DPKP juga menangani tujuh kejadian sarang tawon, serta berbagai insiden lain seperti pohon tumbang, banjir, penyemprotan pascabanjir, hingga kejadian unik seperti jari tersangkut di gayung dan cincin yang tidak bisa dilepas.
“Tingginya angka kejadian non-kebakaran menunjukkan peran DPKP tidak hanya dalam penanggulangan kebakaran, tetapi juga sebagai layanan penyelamatan bagi masyarakat secara luas,” pungkasnya. (H-3)





