Jakarta: Harga minyak mentah dunia fluktuatif akibat konflik di Timur Tengah yang membuat akses kapal di Selat Hormuz tertutup. Gangguan pasokan ini memaksa setiap negara harus menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik, salah satunya negara-negara di Kawasan ASEAN.
Harga minyak mentah turun tipis usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan gencatan senjata terhadap Iran. Harga West Texas Intermediate (WTI) turun 1,84 perssen menjadi USD92,74/barel, sedangkan Brent turun 2,07 persen menjadi USD 105,77/barel, setelah sebelumnya melonjak hampir 6 persen pada Kamis kemarin.
Konflik antara AS dan Iran yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz membuat aliran energi global menjadi terhambat, mengingat jalur tersebut merupakan area vital bagi distribusi perekonomian global.
Daftar harga BBM di kawasan ASEAN
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah sejak akhir Februari hingga Maret 2026 memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya jalur logistik penting di Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi 20 persen pasokan minyak mentah dunia.
Salah satu kawasan yang terdampak krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz adalah negara-negara di Asia Tenggara. Berikut merupakan perubahan harga BBM di kawasan ASEAN:
- Sri Lanka dari LKR311/liter menjadi LKR400/liter (naik 30 persen).
- Kamboja dari USD0.95/liter menjadi USD1.05/liter (naik 10 persen).
- Vietnam dari VND23 ribu/liter menjadi VND24,5 ribu/liter (naik 6-7 persen).
- Laos dari LAK21 ribu/liter menjadi LAK22,5 ribu/liter (naik 7 persen).
- Filipina dari PHP65/liter menjadi PHP70/liter (naik 7-8 persen).
- Thailand dari THB36/liter menjadi THB38/liter (naik 5 persen).
Sementara itu, berikut merupakan daftar harga BBM di Indonesia:
- Pertalite (subsidi) tetap Rp10 ribu/liter.
- Pertamax (RON 92) naik dari 11,8 ribu/liter menjadi Rp12,3 ribu/liter.
- Pertamax Turbo naik dari Rp12,7 ribu/liter menjadi Rp13,1 ribu/liter.
- Dexlite (diesel) naik dari Rp13.250/liter menjadi Rp14,2 ribu/liter.
- Pertamina Dex naik dari Rp13,5 ribu/liter menjadi Rp14,5 ribu/liter
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




