JENEWA, KOMPAS.TV - Perwakilan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) untuk Lebanon Karolina Lindholm Billing mengatakan negara tersebut terancam "malapetaka kemanusiaan" akibat pengeboman dan invasi darat Israel.
Lindholm Billing menyebut serangan intensif Israel ke Lebanon sejak 28 Februari 2026 lalu telah memicu gelmbang pengungsian massal dan berdampak ke penduduk di seantero Lebanon.
Militer Israel diketahui meluncurkan operasi pengeboman ke Lebanon sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai. Israel pun dilaporkan akan memperluas serangan darat ke Lebanon.
"Situasi (di Lebanon) masih sangat mengkhawatirkan dan risiko malapetaka kemanusiaan amat nyata," kata Lindholm Billing di Jenewa, Swiss, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Bicara di Dewan HAM PBB, Menlu Iran Ungkap 1.000 Siswa dan Guru Jadi Korban Serangan AS-Israel
Menurut PBB, lebih dari 1,2 juta penduduk di Lebanon terpaksa mengungsi sejak Israel memulai serangan. PBB pun memperkirakan angka pengungsi akan semakin bertambah.
Selain itu, Lindholm Billing mengingatkan sistem shelter di Lebanon telah kewalahan akibat serangan Israel. Sedangkan keluarga-keluarga di Lebanon kesulitan memenuhi kebutuhan dasar di tengah serangan.
"Baru pekan lalu, ada serangan yang mengenai tengah Beirut, termasuk wilayah padat penduduk tempat orang-orang harus mencari keamanan di bawah shelter bersama," kata Lindholm Billing dikutip Al Jazeera.
"Keluarga-keluarga (di Lebanon) hidup dalam ketakutan terus-menerus, dan dampak psikologisnya, terutama bagi anak-anak, akan tetap bertahan jauh setelah eskalasi saat ini."
Baca Juga: Menteri Ekstremis Israel Bezalel Smotrich Serukan Aneksasi Wilayah Selatan Lebanon
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- serangan israel ke lebanon
- perang iran
- lebanon
- badan pengungsi pbb
- malapetaka di lebanon





