REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengusulkan agar fasilitas publik seperti Planetarium Jakarta dimanfaatkan sebagai ruang pemutaran film edukatif. Hal ini diungkapkannya pada Sabtu, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dalam waktu yang lebih lama.
Rano menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh industri perfilman nasional sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota sinema berkelas global. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri acara nonton bareng film "Pelangi di Mars" bersama ratusan anak yatim piatu dan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh 230 penerima KJP dan 169 warga binaan sosial dari Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 serta Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, bersama para pendamping. Rano mengatakan kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sekitar.
Rano berharap kegiatan nonton bareng ini dapat menumbuhkan semangat belajar, rasa percaya diri, dan keberanian anak-anak Jakarta untuk meraih masa depan yang lebih baik. Film "Pelangi di Mars" dipilih karena mengangkat nilai keberagaman yang sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota inklusif.
"Seperti pelangi yang indah karena beragam warna, Jakarta juga kuat karena keberagaman. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bermimpi," ujarnya. Ia juga mengajak anak-anak untuk giat belajar dan menjaga lingkungan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Wagub Rano mengapresiasi para sineas dan rumah produksi yang menciptakan film edukatif dan inspiratif bagi anak-anak Indonesia. Konten ini diolah dengan bantuan AI.