Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti Resmikan Klinik Utama PKU, Sekaligus Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Syawalan 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan peresmian Klinik Utama PKU Muhammadiyah, Sabtu, 28 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum dalam memperkuat komitmen organisasi terhadap pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat.

Acara yang berlangsung di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk bupati dan wali kota se-Sulsel.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis organisasi kemasyarakatan.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu’ti, M.Ed., menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat luas.

“Masyarakat yang sehat maupun masyarakat yang marginal atau terbelakang tetap menjadi perhatian kami. Oleh karena itu, kami tentu sangat menyambut baik dan mengapresiasi rangkaian kegiatan muhammadiyah Sulawesi Selatan ini,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, guna memperluas akses layanan kesehatan.

“Mudah-mudahan ini bisa terus dikembangkan sebagai bentuk nyata dari usaha Muhammadiyah bersama dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk dengan Gubernur, untuk memberikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Selain agenda kesehatan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi halal bihalal yang menjadi tradisi tahunan Muhammadiyah di berbagai tingkatan.

“Acara ini dilanjutkan dengan silaturahmi halal bihalal yang merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pusat Muhammadiyah di semua tingkatan,” jelasnya.

Ia menyebut, sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di Yogyakarta. Lalu dalam waktu dekat akan digelar di Jakarta serta wilayah lainnya.

“Sepekan yang lalu diselenggarakan di PP Muhammadiyah Jogja, dan mudah-mudahan nanti hari Selasa tanggal 31 Maret di PP Muhammadiyah Jakarta serta di beberapa wilayah dan cabang,” tuturnya.

Prof Abdul Mu’ti menegaskan bahwa halal bihalal tidak sekadar seremoni, tetapi memiliki makna memperkuat nilai kebersamaan pasca-Ramadan.

“Tujuannya adalah untuk memupuk semangat kerukunan, semangat persatuan, dan juga usaha untuk kita bisa lebih baik lagi setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Silaturahmi ini juga menjadi sarana untuk membangun kekuatan dengan berbagai pihak, tidak hanya internal Muhammadiyah, tapi juga pihak lain,” ungkapnya.

Sementara itu, peresmian Klinik Utama PKU Muhammadiyah menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Klinik ini diharapkan menjadi solusi layanan kesehatan cepat dan terjangkau bagi masyarakat.

Manager Klinik Utama PKU Muhammadiyah, dr Imam Nurjaya, menjelaskan bahwa klinik ini dirancang dengan konsep layanan medis komprehensif.

“Klinik ini dirancang sebagai solusi pelayanan medis cepat, termasuk layanan darurat dan operasional 24 jam,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pengembangan layanan difokuskan pada penyediaan layanan spesialis, khususnya penyakit dalam dan pediatri, guna menjawab kebutuhan penanganan awal pasien.

“Ke depan akan ada banyak layanan, termasuk layanan emergency, klinik spesialis 24 jam, khususnya mengarah ke penyakit dalam dan pediatri,” ujarnya.

Saat ini, klinik tersebut didukung sekitar 14 tenaga medis yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, tenaga farmasi, perawat, dan tenaga pendukung lainnya.

“Tenaga medis sekarang ada sekitar 14 orang. Jadi ada dokter umum, dokter spesialis, kemudian tenaga farmasi, perawat, dan beberapa tenaga kebersihan,” jelasnya.

Klinik ini juga menyediakan layanan rawat inap terbatas untuk penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

“Bisa rawat inap, tapi bukan seperti rumah sakit. Penanganannya hanya sementara, mungkin 1–2 hari, seperti kasus diare dengan dehidrasi, itu bisa ditangani dulu di sini,” katanya.

Ke depan, pihak pengelola akan menambah hingga enam dokter spesialis dari berbagai bidang, seperti paru, jantung, saraf, mata, penyakit dalam, dan rehabilitasi medik.

Selain itu, klinik ini juga dipersiapkan untuk mendukung layanan kesehatan calon jamaah haji tahun 2026, mulai dari vaksinasi hingga pemeriksaan kesehatan.

“Walaupun kita spesialistik, kita juga bisa menangani jamaah haji, mulai dari vaksinasi sampai pemeriksaan fisik dan kontrol penyakit,” tambahnya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa Muhammadiyah Sulawesi Selatan menegaskan perannya tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak pelayanan sosial dan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

kehadiran Klinik Utama PKU Muhammadiyah menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan Perintis Kemerdekaan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel telah memberikan hibah sebesar Rp800 juta untuk mendukung pengembangan di DPW Muhammadiyah Sulsel.

Tak hanya itu, Pemprov Sulsel juga tengah menyiapkan program beasiswa bagi 100 lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik 2 Penyedia Rekening Jaringan Narkoba Ko Erwin Ditangkap
• 10 jam laludetik.com
thumb
Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Puncak Bogor Dikaji Ulang
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Curug, Gus Ipul Lihat Potensi Rintisan hingga Permanen
• 13 jam laludisway.id
thumb
Libur Lebaran Usai, Cek Besaran Iuran BPJS Kesehatan Terbaru-Ada Denda
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sinopsis Drama China In Love with Loving You, Kisah Cinta Lama Penuh Luka yang Kembali Bersemi
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.