Sebanyak 51,29 persen atau 219 pembaca kumparan masih ragu untuk mudik pakai mobil listrik, karena alasan waktu pengisian daya dan belum lagi harus mengantre bila fasilitas pengecasan penuh.
Angka ini didapatkan dari polling kumparan pada 10-20 Maret 2026 dan diikuti oleh 427 pembaca yang memiliki mobil listrik.
Selain itu, sebanyak 19,2 persen atau 82 pembaca memilih mudik pakai mobil listrik karena menilai SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) sudah banyak dan mudah ditemui di sepanjang jalur mudik. Adapun 18,5 persen atau 79 pembaca tidak tertarik membawa mobil listrik saat mudik.
Kemudian, 11,01 persen atau 47 pembaca memilih untuk mudik pakai mobil listrik dengan perencanaan lokasi SPKLU.
Sebelumnya PT PLN (Persero) telah mengantisipasi lonjakan arus mudik yang menggunakan mobil listrik dengan sejumlah strategi. Selain pemetaan lokasi pengisian daya yang tersebar di sepanjang jalur mudik, juga penambahan fasilitas mobile charging di titik-titik dengan potensi kepadatan tinggi.
Hal ini berkaca dari peningkatan penggunaan kendaraan listrik pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. PLN mencatat lonjakan konsumsi energi listrik di SPKLU sebesar 479 persen pada 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selama kurun waktu tersebut, total energi listrik yang tersalurkan untuk pengisian kendaraan listrik mencapai 5.619 MWh, dari sebelumnya 1.174 MWh. Dari sisi frekuensi, aktivitas pengisian daya tercatat sebanyak 234.136 kali, atau naik 485 persen dari periode sebelumnya sebanyak 48.254 kali.
Penulis: Safina Azzahra Rona Imani





