Pentagon Berencana Mengirimkan Tambahan 10.000 Tentara Hingga Mengalihkan Persenjataan dari Ukraina ke Timur Tengah

erabaru.net
13 jam lalu
Cover Berita

Pentagon sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah, guna memberi Presiden AS Donald Trump lebih banyak opsi dalam menentukan apakah akan berperang atau berdamai dengan Iran. Selain itu, untuk mengimbangi penggunaan persenjataan dalam konflik dengan Iran, juga dipertimbangkan untuk mengalihkan senjata bantuan bagi Ukraina ke Timur Tengah.

EtIndonesia. Pada 26 Maret, Presiden AS  Donald Trump menulis di platform Truth Social bahwa atas permintaan pemerintah Iran, AS akan menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari, hingga pukul 20.00 malam waktu Timur AS pada Senin, 6 April. Ia juga menyatakan, “Negosiasi masih berlangsung. Meskipun media berita palsu dan pihak lain mengatakan sebaliknya, kemajuan negosiasi sangat baik.”

Dalam beberapa hari terakhir, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pejabat Teheran telah menolak proposal perdamaian yang diajukan AS. Meski Iran secara terbuka meremehkan adanya negosiasi, Trump mengatakan bahwa secara diam-diam sikap Iran jauh lebih lunak, bahkan meminta penghentian permusuhan. 

Dalam rapat kabinet 26 Maret, Trump mengatakan, “Mereka bilang, ‘Oh, kami tidak sedang berunding.’ … Padahal mereka sangat ingin mencapai kesepakatan.”

Sementara itu, The Wall Street Journal mengutip pejabat Departemen Pertahanan AS yang mengetahui situasi tersebut, melaporkan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah. Langkah ini dimaksudkan agar Trump tetap memiliki lebih banyak opsi militer saat mengevaluasi kemungkinan negosiasi dengan Iran.

Menurut laporan tersebut, pasukan tambahan itu akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja, serta bergabung dengan sekitar 5.000 marinir yang telah dikerahkan sebelumnya, serta satu brigade tempur dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang berjumlah sekitar 3.000 personel.

Saat ini belum jelas di mana pasukan darat AS tersebut akan ditempatkan, namun kemungkinan besar berada dalam jangkauan untuk menyerang pulau ekspor minyak utama Iran di lepas pantai, yaitu Pulau Kharg.

Selain itu, The Washington Post mengutip tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut, melaporkan bahwa seiring meningkatnya konsumsi amunisi penting dalam operasi melawan Iran, Pentagon sedang mempertimbangkan apakah akan mengalihkan senjata yang semula ditujukan untuk Ukraina ke Timur Tengah. 

Senjata yang mungkin dialihkan termasuk rudal pencegat sistem pertahanan udara, yang sebelumnya dipesan melalui program bantuan NATO untuk Ukraina yang dimulai tahun lalu.

Pulau Kharg

Pulau Kharg terletak di bagian barat laut Teluk Persia, sekitar 24 kilometer dari pantai Iran, dan menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran. Pulau ini memiliki sumber air tawar dan dihuni lebih dari seribu orang, sebagian besar bekerja di industri minyak. Perairan laut dalam di sekitarnya memungkinkan kapal tanker besar untuk berlabuh.

Jika dilakukan serangan langsung terhadap Pulau Kharg, hal itu dapat dengan cepat memutus ekspor minyak Iran, namun juga akan membuat pasukan AS lebih terekspos terhadap serangan musuh, sehingga meningkatkan risiko korban. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jejak Bisnis dan Kekayaan Samin Tan: Dari Raja Batu Bara hingga Tersangka Kasus Tambang
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Perkuat Layanan Arus Balik Lebaran untuk Pemudik
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
22 Persen Pemudik Belum Kembali, Korlantas Siapkan One Way Bertahap
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Wisata Bahari Jadi Andalan Cirebon saat Libur Lebaran Tahun Ini
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Tinjau Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman-Selamat Sampai Tujuan
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.