Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon mencatat sebanyak 44.895 wisatawan mengunjungi 6 destinasi utama selama periode libur Lebaran 2026 pada 16–25 Maret.
Angka tersebut menunjukkan sektor pariwisata daerah tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal di tengah momentum libur panjang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan bahwa tingkat kunjungan wisatawan tahun ini masih tergolong tinggi dan stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Tingkat kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini masih tinggi," kata Agus Sukmanjaya, Sabtu (28/3/2026).
Dari total kunjungan tersebut, mayoritas wisatawan berasal dari dalam negeri. Hal ini mengindikasikan pasar domestik masih menjadi tulang punggung pergerakan wisata di daerah, sekaligus menopang aktivitas ekonomi sektor informal seperti kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di sekitar destinasi.
Secara distribusi, kunjungan wisatawan terkonsentrasi di sejumlah objek unggulan. Wisata Bahari Kejawanan mencatat jumlah pengunjung tertinggi, yakni mencapai 37.343 orang atau sekitar 83 persen dari total kunjungan.
Baca Juga
- One Way Masih Berlaku, Arus Balik Tol Cipali ke Jakarta Lancar
- Pengguna KA dari Stasiun Garut Naik 48% saat Lebaran 2026
- Satu Remaja Hilang Terseret Arus di Pantai Timur Pangandaran
Dominasi ini menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap destinasi berbasis wisata bahari yang menawarkan ruang terbuka dan aktivitas rekreasi keluarga.
Di posisi kedua, Keraton Kasepuhan mencatat 3.021 kunjungan, terdiri dari 3.009 wisatawan domestik dan 12 wisatawan mancanegara. Sementara itu, Gua Sunyaragi dikunjungi 2.191 wisatawan domestik, disusul Cirebon Waterland dengan 1.846 pengunjung.
Adapun Keraton Kacirebonan menerima 449 kunjungan, terdiri atas 443 wisatawan domestik dan enam wisatawan mancanegara.
Data ini memperlihatkan bahwa destinasi wisata budaya masih memiliki pangsa pasar, meskipun jumlahnya belum sebesar wisata rekreasi terbuka.
Puncak kunjungan terjadi pada Minggu (22/3/2026), dengan total lebih dari 14 ribu wisatawan yang datang ke berbagai objek wisata di Kota Cirebon.
Lonjakan tersebut sejalan dengan pola musiman saat libur Lebaran, di mana mobilitas masyarakat meningkat signifikan dan berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.
Agus menilai capaian ini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Tingginya mobilitas wisatawan mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha di sektor pendukung, seperti pedagang kaki lima, penginapan, restoran, serta jasa transportasi lokal.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat ketimpangan distribusi kunjungan antardestinasi. Konsentrasi wisatawan yang tinggi di 1 titik dinilai menjadi tantangan bagi pengelolaan pariwisata ke depan, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi di seluruh kawasan wisata.
Untuk meningkatkan daya tarik destinasi lain, Disbudpar menyiapkan sejumlah agenda wisata, salah satunya festival cahaya di Gua Sunyaragi yang akan berlangsung pada 27 Maret hingga 3 Mei 2026.
Agenda tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memperpanjang masa tinggal (length of stay) pengunjung.
"Dengan adanya agenda tersebut, kami optimistis kunjungan wisatawan bisa meningkat lebih signifikan," kata Agus.





