JAKARTA, KOMPAS.com - Bus jemaah umrah yang ditumpangi 24 warga negara Indonesia (WNI) terbakar saat melaju dari Mekkah menuju Madinah, Kamis (26/3/2026) malam waktu setempat.
Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah mengatakan, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka atas peristiwa tersebut.
"Seluruh jemaah WNI dinyatakan selamat dan tidak ada korban jiwa atau luka. Mereka semua telah dievakuasi dengan bus pengganti. Saat ini semua Jemaah dalam keadaan sehat dan telah tiba di Madinah," katanya dalam pesan singkat, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Aturan Baru Umrah 2026, Jemaah Wajib Pulang Sebelum 18 April atau Terancam Sanksi
Untuk tindak lanjut peristiwa itu, Kementerian Luar Negeri bersama Konsulat Jenderal RI Jeddah berkoordinasi secara intens dengan pihak agen perjalanan dan otoritas Arab Saudi.
"Guna memastikan penanganan lanjutan bagi para jemaah, termasuk permintaan kompensasi barang bawaan jemaah yang hangus terbakar dalam insiden tersebut," imbuhnya.
Kronologi Kejadian
Adapun peristiwa bus terbakar itu terjadi beberapa saat setelah melewati titik pemeriksaan terakhir, sekitar 50 kilometer dari Madinah.
Insiden ini bermula dari pecah ban belakang bus, kemudian disusul munculnya asap dari bagian depan kendaraan.
"Pengemudi bus sempat menghentikan kendaraan agar seluruh jemaah dapat turun untuk menyelamatkan diri," ucap Heni.
Tidak lama kemudian, api muncul dari bagian belakang bus dan membakar seluruh kendaraan, termasuk koper dan barang bawaan jemaah yang berada di dalam bus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang