JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelatih St. Kitts and Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano, menunjuk dua gol awal Indonesia sebagai titik balik yang meruntuhkan skema permainan timnya.
Dalam laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (27/3/2026) tersebut, tim tamu harus mengakui keunggulan skuad Garuda dengan skor telak 0-4.
Serrano menjelaskan pasukannya sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit pada 20 menit pertama.
Saat itu, menurut dia, organisasi permainan berjalan cukup solid sesuai dengan instruksi yang direncanakan sebelumnya.
“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan dan bahkan memiliki peluang pertama. Jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan mungkin akan berjalan berbeda,” ujar Serrano usai laga, Jumat, dikutip dari Antara.
Kendati demikian, pelatih asal Spanyol itu tidak menampik rapuhnya koordinasi di sektor belakang menjadi celah fatal.
Baca Juga: Hasil Timnas Indonesia vs St. Kitts and Nevis 4-0: Beckham dan Ole Romeny Jadi Aktor Utama
Dua gol pembuka Indonesia disebutnya lahir dari pola kesalahan serupa yang membuat struktur pertahanan mereka kehilangan bentuk.
"Dua gol itu datang dari kesalahan yang identik. Lini belakang kami sedikit kehilangan organisasi dan mereka mampu memanfaatkan ruang dengan sangat baik," jelas Serrano.
Pesta gol tuan rumah dibuka oleh aksi Beckham Putra pada menit ke-14. Gelandang asal Persib Bandung tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor sepuluh menit kemudian.
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- Timnas Indonesia
- FIFA Series 2026
- Marcelo Augusto Silva Serrano
- Beckham Putra
- St Kitts and Nevis
- Indonesia vs St Kitts and Nevis





