KOMPAS.com - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyatakan, momentum arus mudik Lebaran 2026 menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi nasional.
Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, momentum Ramadhan dan Lebaran 2026 menjadi motor penggerak konsumsi rumah tangga yang sangat signifikan.
Peningkatan mobilitas masyarakat selama periode tersebut tidak hanya mendorong konsumsi rumah tangga, tetapi juga meningkatkan perputaran uang di berbagai daerah sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih merata.
"Mandiri Spending Index weekly terbaru juga mengonfirmasi adanya peningkatan konsumsi masyarakat dengan tren yang terus meningkat (terbaru di angka 123,5), dan balik telah memberikan suntikan likuiditas langsung ke daerah-daerah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, sejumlah pelaku usaha dan asosiasi memperkirakan bahwa arus mudik menjadi motor penting bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.
Baca juga: Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya
Perputaran uang selama mudik Lebaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 148 triliun dan meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Kemenko Perekonomian menyatakan, konsumsi masyarakat selama periode Lebaran 2026 diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen hingga 15 persen.
Pertumbuhan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5,4 persen hingga 5,5 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
Dengan kuatnya konsumsi selama periode tersebut, pemerintah memandang bahwa
aktivitas ekonomi di sektor riil akan semakin meningkat, termasuk melalui penguatan
produksi dan distribusi.
Kondisi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan utilisasi kapasitas industri serta penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
“Kami optimistis dunia usaha akan mulai melakukan ekspansi. Harapannya banyak pelaku
usaha yang mulai meningkatkan utilitas mesin dan tenaga kerja untuk mengisi kembali stok
(restocking) produk yang terserap selama Ramadhn dan Lebaran,” ujar Jubir Haryo.
Baca juga: Seskab Teddy Ikut Rapat di Kemenko Ekonomi, Bahas Penyesuaian Anggaran imbas Situasi Global
Di sisi kebijakan, kata dia, pemerintah juga terus melakukan penajaman anggaran agar lebih efektif
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika
global.
“Terkait efisiensi, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan intens. Namun, target
pemerintah bukan sekedar menghemat tetapi menajamkan anggaran agar tersalurkan
secara efektif," kata Haryo.
Pemerintah, kata Haryo, memastikan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) akan tetap menjadi shock absorber di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah optimistis bahwa momentum mudik Lebaran 2026, didukung oleh konsumsi masyarakat yang kuat serta respons dunia usaha, akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga dan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




