Paris: Amerika Serikat (AS) memperkirakan operasi militernya terhadap Iran akan berakhir dalam hitungan pekan, bukan bulan, dan dapat mencapai seluruh tujuannya tanpa pengerahan pasukan darat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan hal tersebut usai pertemuan negara-negara G7 di Prancis pada Jumat waktu setempat.
“Kami berada sesuai jadwal, bahkan lebih cepat, dan memperkirakan operasi ini akan selesai dalam hitungan pekan,” ujar Rubio, dikutip dari France 24, Sabtu, 28 Maret 2026.
Meski demikian, Rubio mengakui AS tetap mengirim sejumlah pasukan ke kawasan untuk memberikan fleksibilitas bagi Presiden Donald Trump dalam menyesuaikan opsi militer jika diperlukan.
Dalam perkembangan terkait, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan negara-negara G7 telah mengadopsi deklarasi bersama yang menyerukan penghentian segera serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur.
Utusan khusus AS Steve Witkoff juga mengungkapkan harapan bahwa Iran akan memulai pembicaraan dengan Washington dalam waktu dekat. Namun, Teheran sebelumnya membantah adanya proses negosiasi yang sedang berlangsung.
AS dilaporkan telah mengerahkan dua kontingen marinir berjumlah ribuan personel ke kawasan, dengan gelombang pertama dijadwalkan tiba pada akhir Maret menggunakan kapal serbu amfibi. Pentagon juga diperkirakan akan mengirim ribuan pasukan lintas udara elit.
Langkah ini memicu kekhawatiran konflik dapat berkembang menjadi perang darat yang berkepanjangan, meskipun Washington menegaskan hal tersebut tidak diperlukan untuk mencapai tujuan militernya.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara AS dan Israel ke Iran telah memicu balasan dari Teheran terhadap target AS dan Israel, serta mengganggu jalur perdagangan energi global.
Gangguan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan potensi perlambatan ekonomi global.
Presiden Donald Trump dalam beberapa hari terakhir juga menekankan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik, sembari memberikan tenggat waktu tambahan bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur energi sipil.
Baca juga: Trump Tunda Serangan ke Jaringan Listrik Iran Hingga 6 April



