Liputan6.com, Jakarta - Sungai di tiga provinsi terdampak menjadi prioritas utama dalam penanganan jangka panjang pada fase pemulihan, sebagaimana disampaikan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, guna mendukung irigasi sawah dan tambak masyarakat.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, di Jakarta, Kamis 26 Maret 2026 menjelaskan, normalisasi sungai memiliki peran penting dalam menopang kehidupan warga yang bergantung pada sektor ekonomi utama, seperti pertanian dan perikanan.
Advertisement
Data Satgas PRR menunjukkan bahwa sungai-sungai yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) umumnya mengalami pendangkalan akibat penumpukan sedimentasi.
"Sungai bagi saya penting, ini akan makan waktu panjang untuk sungai karena jumlahnya banyak. Totalnya itu banyak yang sedimen, panjang dan lebar. Penanganan ini mendesak karena berkaitan langsung dengan sawah dan tambak milik warga," jelas Tito, melansir Antara, Kamis, 26 Maret 2026.
Selain itu, dalam data Satgas PRR juga menunjukkan bahwa di wilayah terdampak terdapat puluhan sungai dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari sedimentasi berat, kerusakan tanggul, hingga perubahan aliran sungai.




