Texas, VIVA – Kabar mengejutkan datang dari garasi KTM menjelang balapan utama MotoGP Amerika Serikat. Pembalap andalan mereka, Maverick Vinales, secara resmi memutuskan untuk mundur dari persaingan di Circuit of The Americas (COTA), Texas, Minggu (29/3/2026).
Pembalap yang dijuluki "Top Gun" ini terpaksa mengambil keputusan sulit tersebut lantaran masalah pada bahunya yang kembali kambuh. Rasa tidak nyaman itu mulai dirasakan Vinales saat bersaing di GP Brasil akhir pekan lalu, dan kondisinya semakin memburuk setibanya di Amerika.
"Saya merasakan rasa sakit yang berbeda ketika mengikuti GP Brasil. Saya kemudian menjalani CT-scan untuk penanganan lebih lanjut, dan hasil medis yang keluar kemarin menunjukkan adanya masalah di tangan saya," ungkap Vinales sebagaimana dikutip dari laman resmi MotoGP, Sabtu.
Masalah Cedera Menahun
Cedera bahu ini sebenarnya bukan masalah baru bagi Vinales. Pembalap asal Spanyol ini sudah diterpa kondisi kurang fit sejak menderita cedera bahu di MotoGP Jerman musim lalu. Masalah serupa juga sempat membuatnya mundur dari seri MotoGP Indonesia ketika ia merasa tidak sanggup memacu motornya di level maksimal.
Vinales mengaku tidak ingin mengambil risiko lebih besar dengan memaksakan diri membalap di sirkuit teknis seperti COTA yang sangat menuntut kekuatan fisik. Ia memilih untuk bersikap konservatif demi masa depan kariernya.
Proses Operasi dan Pemulihan
Terkait masa pemulihannya, Vinales belum bisa memastikan kapan akan kembali ke lintasan. Pasalnya, masalah pada bahunya tersebut memerlukan tindakan operasi yang cukup rumit.
"Saya tidak tahu kapan tepatnya bisa kembali karena operasinya akan begitu rumit. Dokter memprediksi pemulihan memakan waktu sekitar dua minggu, tapi saya tidak ingin berpikir terlalu jauh. Saya hanya akan kembali ketika merasa sudah 100 persen bisa berkendara di level saya," imbuh Vinales.
Absennya Vinales tentu menjadi kerugian besar bagi tim KTM, mengingat performa stabil yang ia tunjukkan di awal musim. Kini, fokus utama sang pembalap adalah menyelesaikan proses medis agar bisa segera kembali bersaing di barisan depan.





