JAKARTA, DISWAY.ID – Iran tak anggap pernyataan Trump yang mengatakan akan memberikan jeda penyerangan Iran hingga 10 hari hingga 6 April mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika setelah mengaku melakukan pembicaraan gencatan senjata dengan pihak Iran.
Akan tetapi hal ini tidak berpengaruh pada Israel, 3 situs nuklir Iran dihantam rudal pada Jumat 27 Maret lalu.
Tidak hanya Amerika, peringatan Rusia yang akan membalas jika ada yang meneyerang situs nuklir Bushehr.
BACA JUGA:Lockdown India Mendadak Viral, PM Modi Jadi Sorotan di Tengah Konflik Iran-Israel
BACA JUGA:Trump Kembali Beri Jeda 10 Hari Serang Iran Setelah Izinkan 10 Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz
Situs Bushehr merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN yang terletak di barat daya Iran tepatnya di sepanjang pantai Teluk Persia yang dibangun oleh Rusia.
Terang saja dengan penyerangan ini akan kembali membuat Iran melakukan pembalasan terhadap Israel.
Al Jazeera menyampaikan jika dampak penyerangan ini akan membuat mala mini akan menjadi malam yang menegangkan di kawasan tersebut.
Ini adalah hari yang sangat tegang, karena meningkatnya serangan terutama pada dua fasilitas nuklir yang salah satunya di Yazd merupakan fasilitas yang memproduksi yellowcake dan digunakan dalam siklus nuklir.
Sedangkan serangan signifikan lainnya adalah fasilitas nuklir Arak, yang memproduksi air berat.
BACA JUGA:Bualan Trump Makin Menjadi: Saya Tolak Ditawarkan Iran Menjadi Pimpinan Tertinggi
BACA JUGA:Reaksi Publik Heboh Usai Bahlil Minta Rakyat Jangan Boros Masak Pakai LPG, Madun Banting Panci
Kedua serangan tersebut tidak mengakibatkan kebocoran radiasi, namun, serangan tersebut terjadi secara paralel pada beberapa pabrik baja di Isfahan dan Khorsatan yang menewaskan satu orang tewas serta dua orang terluka.
Atas serangan ini, pihak Iran melalui IRGC menyampaikan akan segara melakuan pembalasan, mulai dari situs industri terkait Amerika serta milik Israel.
- 1
- 2
- »





