Terkini, Makassar– PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) menyatakan pembangunan pabrik BYD di Indonesia terus dikebut meski mengalami sedikit penyesuaian jadwal. Pabrik tersebut diharapkan menjadi titik penting pengembangan kendaraan listrik di Indonesia karena setelah beroperasi akan menghadirkan banyak model baru serta teknologi terbaru.
CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah memberikan kebijakan impor kendaraan listrik dalam bentuk Completely Built Up (CBU) tanpa pajak untuk mendorong investasi industri kendaraan listrik di Indonesia.
Namun kebijakan tersebut hanya berlaku selama dua tahun, yakni dari 2024 hingga Desember 2025, dengan syarat produsen harus berinvestasi dan membangun pabrik di Indonesia.
“Pemerintah memberikan kebijakan boleh impor bebas pajak selama dua tahun, tapi syaratnya harus investasi, bangun pabrik di Indonesia, melatih tenaga kerja dan membangun industri di Indonesia. Setelah Desember 2025, kalau masih impor maka sudah harus bayar pajak cukup besar,” ujar Hariyadi kepada awak media di Makassar, Sabtu (28/3/2026).
Karena itu, pembangunan pabrik BYD di Indonesia menjadi sangat penting agar ke depan kendaraan tidak lagi bergantung pada impor dan harga kendaraan listrik bisa lebih kompetitif di pasar Indonesia.
Menurutnya, pembangunan pabrik BYD kemungkinan akan selesai sekitar pertengahan tahun dan diharapkan setelah pabrik beroperasi akan banyak model kendaraan baru yang masuk ke pasar Indonesia.
“Setelah pabrik jadi, akan keluar banyak produk-produk baru yang mudah-mudahan sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia,” katanya.
Teknologi Fast Charging 5 Menit
Hariyadi juga menyampaikan bahwa dirinya baru menghadiri dealer conference Asia Pacific yang digelar di Shenzhen, China pada 21 Maret 2026 lalu. Konferensi tersebut dinilai sangat penting karena biasanya menjadi ajang pengenalan teknologi baru dan produk-produk yang akan diluncurkan ke depan.
Dalam konferensi tersebut, salah satu teknologi yang dinilai akan menjadi game changer di Indonesia adalah teknologi fast charging generasi baru yang mampu mengisi daya kendaraan listrik hanya dalam hitungan menit.
“Salah satu yang menurut kami akan jadi game changer di Indonesia adalah teknologi charging yang sangat cepat. Kalau sekarang 10 sampai 15 menit, teknologi baru ini bisa sekitar 5 menit,” jelasnya.
Teknologi ini dinilai akan mengubah persepsi masyarakat terhadap kendaraan listrik, terutama terkait kekhawatiran waktu pengisian daya yang selama ini dianggap terlalu lama.
Jika teknologi charging super cepat ini mulai tersedia luas, maka penggunaan mobil listrik diperkirakan akan semakin meningkat karena pengisian daya bisa mendekati waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
“Kami melihat ke depan, kalau charging seperti ini sudah tersebar di mana-mana, maka kekhawatiran orang terhadap mobil listrik akan semakin berkurang,” katanya.
Infrastruktur Charging dan Masa Depan Kendaraan Listrik
Selain kendaraan dan pabrik, pengembangan infrastruktur charging juga menjadi fokus penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Ke depan, pembangunan charging station dengan teknologi ultra fast charging diperkirakan akan menjadi bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik nasional.
Ia optimistis perkembangan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin cepat seiring hadirnya pabrik lokal, model kendaraan baru, serta teknologi charging yang semakin cepat dan efisien.
“Kalau semua ini sudah berjalan, baik pabrik, produk baru, maupun teknologi charging cepat, maka perkembangan kendaraan listrik di Indonesia akan sangat cepat,” tandasnya.




