Bisnis.com, BANDUNG - Gelandang Persib Marc Klok berharap Tim Nasional Indonesia sukses meraih hasil positif dalam 1 pertandingan FIFA Series di bulan Maret 2026.
Pada pertandingan pertama, Garuda menghadapi Saint Kitts dan Nevis di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (27/3/2026) dengan skor unggul 4-0.
Dalam laga kemarin, dua pemain yang paling mencuri panggung adalah duo penyerang lebar, Beckham Putra dan Ole Romeny.
Keduanya biasa bermain masuk dan meninggalkan Sananta sendiri di depan, atau bergantian membentuk segitiga dengan satu gelandang kreatif.
Kreativitas Ole saat masuk ke tengah pun berbuah gol pertama Beckham di menit ke-14. Pergerakan tanpa bola pemain nomor punggung 7 itu begitu cepat untuk menyambar umpan terobosan cantik Ole.
Kombinasi keduanya pun tampak mematikan, sebab gol kedua Beckham pada menit ke-25 lagi-lagi berkat asis Ole. Tetapi kali ini tendangannya begitu apik menusuk tiang jauh dari kiper sekaligus kapten St. Kitts & Nevis, Julani Archibald.
Baca Juga
- FIFA Series 2026: Indonesia 4-0 Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra dan Ole Romeny Curi Panggung
- Masuk Skuad John Herdman, Beckham Putra dan Eliano Reijnders Siap Kerja Keras
- Kala Bruno Fernandes Resmi Pecahkan Rekor Assist David Beckham di Manchester United
Beberapa peluang emas juga sempat tercipta dari Jordi Amat, Kevin Diks, dan Sananta. Namun semuanya masih belum bisa merobek jala gawang.
Setelah turun minum, giliran lagu Ole-ole-ole-ole dari para pendukung Timnas berkumandang, seiring dengan kesuksesan Ole mencetak gol hasil kemelut di depan gawang St. Kitts & Nevis pada menit ke-52.
"Nanti tanggal 30 lawan Bulgaria pasti lebih berat, tapi saya optimis harusnya menang juga" kata Marc Klook, pemain timnas bernomor punggung 23.
Demi hasil positif, Klok mengajak semua pihak memberikan dukungan buat Timnas Indonesia. Menurutnya, dukungan positif sangat penting bagi para pemain untuk memberikan penampilan terbaik.
Dia berharap tidak ada aksi perundungan di media sosial yang menyasar para pemain Timnas Indonesia. Dia mengaku sedih karena masih ada sebagian netizen yang menyerang pemain saat dipanggil membela negara.
"Saya bingung, apa manfaatnya merundung pemain? Untuk pemain, untuk tim nasional, atau untuk membangun kualitas kita? Sama sekali tidak ada manfaatnya," ujar Marc Klok.
Menurut Klok, tekanan mental akibat hujatan ratusan ribu orang dapat merusak performa dan menghancurkan talenta pemain, terutama generasi muda. Ia menilai seharusnya publik memberikan dukungan penuh kepada siapa pun pilihan pelatih di skuad Garuda.
"Siapa pun yang ada di Timnas, Beckham, Ragnar (Oratmangoen), Jay Idzes, dari klub mana pun, semua harus kita dukung. Pelatih memilih pemain, kita dukung rencana tim kepelatihan dan pemain yang ada di sana," pungkasnya.





