Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di pintu Rumah Pompa Bratang, Kalisumo, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo Surabaya, pada Sabtu (28/3/2026) pagi.
Kompol Eko Sudarmanto Kapolsek Gubeng mengatakan, identitas korban yakni inisial MM (82 tahun), warga Bratang Jaya, Kecamatan Gubeng. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke area sungai atau bosem tersebut saat berjalan kaki.
Selain itu kondisi di lokasi yang tidak dilengkapi pagar pengaman di tepi sungai, diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan tersebut.
“Kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi, mungkin kepeleset jatuh. Karena di situ jalan memang tepinya tidak ada pagar pembatas,” jelasnya saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu.
Dia menjelaskan, evakuasi dilakukan petugas BPBD bersama Polsek Gubeng, meski secara administratif TKP masuk wilayah Polsek Wonokromo. Hal itu karena korban merupakan warga di wilayah hukum Polsek Gubeng.
“Kebetulan yang bersangkutan tinggal di wilayah kami, Barata Jaya. Lokus TKP-nya itu di Bratang, Kalisumo, Kelurahan Ngagelrejo. Saya tadi koordinasi dengan Kapolsek Wonokromo dan langsung ke TKP bersama Inafis untuk evakuasi,” ujar Kompol Eko.
Dia menjelaskan proses identifikasi di lokasi turut disaksikan oleh anak korban inisial A, yang memastikan bahwa jenazah tersebut adalah ibunya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Setelah dievakuasi langsung dilakukan identifikasi oleh rekan kami Inafis, ternyata alhamdulillah tidak ada tanda-tanda kekerasan. Disaksikan juga oleh anaknya, Pak A, dan dia membenarkan memang itu betul ibunya,” ungkapnya.
Saat ini, jenazah MM telah dibawa ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Kompol Eko mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Ia juga meminta pihak terkait segera memasang pagar pengaman di kawasan tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Harapan kami kepada warga agar waspada, jangan sampai ada korban berikutnya. Kami sudah koordinasi dengan Pak RW dan Pak Lurah, paling tidak ada pembatas lah. Supaya orang tidak langsung jatuh ke sungai atau bosem itu,” tegasnya. (bil/iss)



