Harga RAM DDR4 Naik 8,8 Kali, Rakit PC DBakal Makin Mahal

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pasar memori global mengalami pergeseran signifikan sepanjang 2026. RAM DDR4 yang selama ini dikenal sebagai opsi murah dan mudah didapat kini justru mulai langka dan harganya melonjak tajam.
 
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada PC, tetapi juga merembet ke berbagai perangkat elektronik lain seperti smartphone, kamera digital, hingga smart TV. Kondisi ini dipicu oleh pergeseran fokus industri ke teknologi memori yang lebih baru.
 
Lonjakan harga DDR4 menjadi salah satu indikasi kuat bahwa standar lama mulai ditinggalkan oleh produsen besar.

Berdasarkan laporan Nikkei dikutip dari GizmoChina, harga modul DDR4 8GB mencapai sekitar USD 15 (± Rp243 ribu) pada Februari 2026. Angka ini naik sekitar 15% dibanding bulan sebelumnya.
 
Jika dibandingkan secara tahunan, kenaikan tersebut jauh lebih drastis, yakni mencapai 8,8 kali lipat dari harga pada periode yang sama tahun lalu.
 
Sementara itu, harga DDR5 juga mengalami kenaikan, meski tidak setajam DDR4. Hal ini menunjukkan adanya tekanan yang lebih luas di pasar DRAM global.
 
Lonjakan harga DDR4 dipicu oleh perubahan strategi produsen utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Ketiga perusahaan ini mulai mengurangi produksi DDR4 dan LPDDR4.
 
Fokus produksi kini dialihkan ke memori dengan bandwidth tinggi yang lebih menguntungkan, terutama untuk kebutuhan AI yang terus meningkat.
 
Secara bisnis, langkah ini dinilai masuk akal. Namun, dampaknya membuat pasokan DDR4 semakin terbatas di pasar.
 
Berkurangnya produksi membuat pasokan DDR4 semakin sulit didapat. Bahkan, beberapa laporan menyebut pembeli hanya mampu memperoleh sekitar setengah dari kebutuhan memori mereka, meski sudah membayar lebih mahal.
 
Kondisi ini berpotensi menghambat produksi perangkat elektronik atau memaksa produsen melakukan penyesuaian desain secara mendadak.
 
Dampak kelangkaan DDR4 tidak terbatas pada komputer. Perangkat lain seperti smartphone, kamera digital, hingga TV juga mulai terdampak.
 
Beberapa produsen bahkan mulai mempertimbangkan penggunaan DDR3 sebagai alternatif. Namun, opsi ini juga tidak ideal karena pasokan DDR3 ikut menyusut.
 
Meski belum sepenuhnya ditinggalkan, DDR4 kini bukan lagi prioritas utama industri memori. Fokus produsen telah bergeser ke teknologi yang lebih baru dan menguntungkan.
 
Akibatnya, pasar DDR4 saat ini dihadapkan pada kombinasi harga yang meningkat, pasokan terbatas, serta ketidakpastian ke depan.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Jumat 27 Maret 2026, Ini Deretan Emitennya
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Tradisi Mudik, Tradisi Macet
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terdakwa Tragedi KM 50 Divonis Lepas, PUI: Keadilan Masih Hidup atau Sudah Mati?
• 5 jam laludisway.id
thumb
Kondisi Arus Balik 2026 di Tol Arah Jakarta dan Bandung 2 Hari Jelang Libur Sekolah Usai
• 38 menit laluliputan6.com
thumb
Thailand Dapat Izin Iran, Kapal Tanker Bisa Lewat Selat Hormuz
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.