Malam itu, 27 Maret 2026, di Stadion Gelora Bung Karno, udara tidak hanya dipenuhi suara, tetapi juga harapan yang terlalu lama ditahan. Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts and Nevis dalam panggung FIFA Series 2026.
Tetapi seperti banyak pertandingan lain dalam sejarah, lawan sebenarnya bukan hanya mereka yang mengenakan seragam berbeda—melainkan keraguan yang sering diam-diam tinggal di dalam diri sendiri.
Advertisement
BACA JUGA: Terlalu Semangat saat Hadapi Saint Kitts and Nevis, Benturan Maarten Paes dengan Elkan Baggott Dianggap Kesalahan
Sejak awal, bola seperti memilih berpihak. Ia lebih sering berada di kaki pemain Indonesia: mengalir tenang, berpindah dengan disiplin, seperti sesuatu yang sudah lama dilatih untuk terlihat benar.




