Bangkok, VIVA – Suzuki kembali membuat kejutan di segmen motor bebek dengan menghadirkan Smash terbaru di ajang Bangkok International Motor Show 2026. Model ini bukan sekadar penyegaran, melainkan peningkatan signifikan dari sisi fitur yang membuatnya naik kelas dibanding generasi sebelumnya.
Motor yang dikenal sebagai kendaraan harian ini kini dibekali teknologi yang biasanya hanya ditemukan pada motor dengan kapasitas mesin lebih besar. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah hadirnya sistem pengereman Anti-lock Braking System atau ABS, yang tergolong langka di kelas bebek 115 cc.
- Facebook Suzuki ChiangMai
Informasi yang didapatkan VIVA Otomotif dari laman resmi Suzuki Thailand, Sabtu 28 Maret 2026 menyebutkan bahwa selain ABS, Suzuki juga menyematkan rem cakram di kedua roda, depan dan belakang. Hal ini tentu meningkatkan keamanan saat berkendara, terutama dalam kondisi jalan licin atau pengereman mendadak, yang sering menjadi tantangan pengguna motor di perkotaan maupun jalur padat.
Dari sisi tampilan, Smash terbaru masih mempertahankan desain simpel khas motor bebek. Namun, sentuhan grafis baru serta panel instrumen digital membuatnya terlihat lebih modern dan tidak ketinggalan zaman. Perubahan ini memberikan kesan bahwa Suzuki ingin mengangkat citra motor bebek agar tetap relevan di tengah dominasi skuter matik.
Untuk urusan dapur pacu, motor ini masih mengandalkan mesin 112,8 cc satu silinder dengan pendingin udara. Tenaganya berada di kisaran 9 daya kuda dengan torsi sekitar 9 Nm, cukup untuk kebutuhan harian yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan kemudahan penggunaan.
Bobotnya yang ringan, di bawah 100 kilogram, juga menjadi nilai tambah. Hal ini membuat motor lebih lincah saat digunakan di jalan sempit maupun saat bermanuver di kemacetan, karakter yang masih dicari oleh pengguna motor di beberapa negara Asia Tenggara.
Menariknya, harga yang ditawarkan di Thailand masih tergolong terjangkau, setara kisaran Rp30 jutaan. Dengan banderol tersebut, fitur yang dibawa Smash terbaru bisa dibilang cukup “mewah” untuk kelasnya.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan perbedaan pasar antara Thailand dan Indonesia. Jika di Indonesia motor bebek mulai ditinggalkan dan tergeser oleh skutik, di Thailand segmen ini justru masih diminati sehingga pabrikan tetap berani memberikan inovasi.





