PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) memprioritaskan kendaraan pribadi dan bus pada penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk selama arus balik Lebaran 2026.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan di Selat Bali yang mengalami peningkatan volume kendaraan.
Arie Eko General Manager ASDP Cabang Ketapang, menjelaskan bahwa kendaraan logistik tetap diperbolehkan menyeberang, namun tidak menjadi prioritas saat kondisi pelabuhan padat. Truk logistik akan diarahkan ke area penyangga (buffer zone) hingga arus kendaraan pemudik mulai landai.
“Tidak dibatasi, akan tetapi sesuai ketentuannya jika arus balik penyeberangan padat, truk logistik kami arahkan ke buffer zone di parkir Dermaga Bulusan atau Terminal Sri Tanjung, Pusri, tapi kalau landai bisa langsung diangkut,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026) dikutip Antara.
Meski demikian, kebijakan tersebut berdampak pada antrean kendaraan logistik di sekitar pelabuhan. Efendi salah satu sopir truk, mengaku telah menunggu sekitar enam jam di Dermaga Bulusan bersama ratusan truk lainnya untuk bisa menyeberang ke Bali.
“Saya sendiri sejak pukul 02.00 WIB dan sampai pagi hari ini belum menyeberang,” kata Efendi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus balik H+7 Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang terpantau ramai, namun tetap terkendali. Kendaraan yang menyeberang didominasi oleh sepeda motor, disusul mobil pribadi.
ASDP memastikan pengaturan prioritas ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi kendaraan pemudik, sekaligus menghindari penumpukan yang berpotensi mengganggu operasional penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk. (ant/bil)




