Sedih, Lulusan Kuliah Ini Tahan Banting AI Tapi Gajinya Kecil

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lulusan dari jurusan yang dianggap "tahan banting" terhadap disrupsi kecerdasan buatan (AI) justru menghadapi kenyataan pahit: gaji awal yang relatif rendah.

Berdasarkan laporan Federal Reserve Bank of New York yang dikutip Forbes, lulusan di bidang farmasi dan pendidikan mencatatkan pendapatan awal terendah dibanding jurusan lain. Lulusan farmasi usia 22-27 tahun, misalnya, hanya memperoleh rata-rata sekitar US$40.000 per tahun atau setara Rp632 juta.

Sementara itu, lulusan biologi, yang juga kerap dianggap sebagai jalur STEM yang lebih aman dari dampak AI, mencatatkan gaji awal sekitar US$45.000 per tahun atau sekitar Rp711 juta.


Angka tersebut bahkan berada di bawah atau setara rata-rata pendapatan nasional Amerika Serikat (AS) yang mencapai US$45.140 atau Rp713 juta per tahun.

Di sisi lain, jurusan pendidikan yang selama ini diminati karena dianggap menawarkan stabilitas kerja juga menghadapi kondisi serupa. Lulusan pendidikan umum, pendidikan dasar, hingga pendidikan anak usia dini dilaporkan hanya meraih pendapatan awal sekitar US$45.000 per tahun.

Baca: Heboh! Manusia Rp2.600 T Ungkap Proyek 'The Next ChatGPT' Dunia

Padahal, sektor kesehatan dan pendidikan diproyeksikan tetap tumbuh di tengah disrupsi AI. Laporan McKinsey pada 2024 menyebut industri kesehatan akan terus berkembang seiring perubahan lanskap bisnis di Amerika Serikat.

Permintaan tenaga kerja di sektor ini pun melonjak tajam. Data Indeed pada 2025 mencatat lowongan kerja untuk tenaga kesehatan seperti perawat, dokter, hingga pekerja perawatan di rumah meningkat hingga 162% dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Namun demikian, tingginya permintaan tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat gaji awal yang diterima lulusan baru.

Sebaliknya, lulusan dari jurusan teknologi dan teknik justru mendominasi daftar dengan bayaran tertinggi. Mereka rata-rata memperoleh gaji awal sekitar US$75.000 atau setara Rp1,18 miliar per tahun, dan bisa melampaui US$100.000 (Rp1,58 miliar) di pertengahan karier.

Secara khusus, lulusan ilmu komputer dan teknik komputer mencatatkan gaji awal tertinggi, masing-masing sekitar US$90.000 (Rp1,42 miliar) dan US$87.000 (Rp1,37 miliar) per tahun.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa jurusan dianggap lebih aman dari ancaman AI, hal tersebut tidak selalu sejalan dengan imbal hasil finansial di awal karier.

Baca: Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Masif Adopsi AI & Cloud di Perusahaan, Waspada Risiko Keamanan Data

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gairah Putra Newcastle, Alasan John Herdman Tak Bisa Diam Saat Timnas Indonesia Gilas St Kitts and Nevis
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Profil Beckham Putra, Bintang Timnas Indonesia dan Persib Bandung, Mencuri Perhatian Sejak Usia Muda
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Masih Ada Uang Lebaran? Ayo ke PIK buat Mabuk Durian Premium Ramah Kantong
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Perihal Debut John Herdman di Timnas Indonesia, Pengamat: Dia Jeli Susun Taktik dan Baca Permainan
• 6 jam lalubola.com
thumb
Istri Richard Lee Hadiri Pemeriksaan Polisi Terkait Kasus Produk Kecantikan
• 21 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.