Jakarta, VIVA – Penampilan perdana John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026), menyita perhatian publik. Bukan hanya karena kemenangan telak 4-0 atas Timnas Saint Kitts and Nevis, tetapi juga karena aksi enerjik sang pelatih yang tidak pernah diam di pinggir lapangan sepanjang laga.
Menanggapi gayanya yang sangat ekspresif, Herdman mengungkapkan bahwa gairah tersebut merupakan warisan identitas dari tanah kelahirannya, Newcastle, Inggris. Kota tersebut memang dikenal memiliki fanatisme sepak bola yang mendarah daging.
"Saya berasal dari Newcastle. Itu adalah kota sepak bola yang penuh gairah. Menurut saya gairah itu harus ada, apalagi saat Anda menyatukan tim dalam waktu singkat, pemain butuh pengingat yang konstan di lapangan," ujar Herdman dalam jumpa pers usai laga.
Ujian Profesionalisme Pemain
Meski menang besar, pelatih yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 ini menegaskan bahwa St Kitts and Nevis bukanlah lawan yang mudah. Ia mengenang pengalamannya bersama Kanada yang hanya mampu menang tipis 1-0 atas tim yang sama, meski saat itu diperkuat bintang Bayern Munich, Alphonso Davies.
Bagi Herdman, kunci kemenangan Indonesia kali ini adalah kedisiplinan pemain dalam menahan "badai" serangan lawan di menit-menit awal. Ia sangat mengapresiasi profesionalisme Rizky Ridho dkk yang mampu menjaga gawang tetap suci (clean sheet) sekaligus memenuhi target mencetak empat gol.
"Targetnya adalah mencetak empat gol dan menjaga clean sheet. Melakukan keduanya adalah hal yang sangat penting. Sangat mudah terjebak untuk terus menyerang dan melupakan pertahanan, tetapi malam ini kedisiplinan itu ada. Saya sangat terkesan," tambahnya.
Kedisiplinan Taktis Herdman memuji sikap para penggawa Garuda yang tetap patuh pada rencana permainan (game plan) hingga peluit panjang dibunyikan. Baginya, kemampuan pemain untuk tidak ceroboh saat unggul jauh menunjukkan kematangan mental yang luar biasa.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi John Herdman untuk terus menanamkan filosofi sepak bola modern yang disiplin dan penuh energi ke dalam skuad Garuda, sekaligus menjadi awal yang menjanjikan bagi masa depan sepak bola Indonesia di kancah internasional.





