STADION Mercedes-Benz akan menjadi panggung duel sengit antara Amerika Serikat vs Belgia dalam laga persahabatan internasional, Sabtu (28/3/2026). Pertandingan ini menjadi ujian besar bagi Mauricio Pochettino untuk mengukur kesiapan skuad The Yanks menghadapi tim elit Eropa jelang Piala Dunia 2026.
Amerika Serikat sedang dalam tren positif setelah meraih tiga kemenangan beruntun di akhir tahun 2025, termasuk kemenangan impresif atas Uruguay. Pochettino diperkirakan akan terus bereksperimen dengan formasi tiga bek untuk memperkuat lini pertahanan yang seringkali menjadi titik lemah saat menghadapi tim dengan serangan balik cepat.
Analisis Kekuatan Tim: Tanpa Lukaku, Belgia Tetap BerbahayaBelgia datang ke Atlanta tanpa pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka, Romelu Lukaku, yang absen karena cedera hamstring. Namun, kehadiran Kevin De Bruyne dan Jérémy Doku memastikan kreativitas serangan Setan Merah tetap berada di level tertinggi. Pelatih Rudi Garcia kemungkinan akan memasang Loïs Openda sebagai ujung tombak tunggal.
Baca juga : Kaoru Mitoma Dipanggil ke Timnas Jepang
Di kubu tuan rumah, Christian Pulisic tetap menjadi tumpuan utama. Pemain AC Milan ini sedang dalam performa terbaiknya dan hanya butuh dua gol lagi untuk menyamai rekor Eric Wynalda di daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa AS.
Amerika Serikat (3-4-2-1): Matt Freese; Joe Scally, Chris Richards, Tim Ream; Tim Weah, Johnny Cardoso, Weston McKennie, Antonee Robinson; Gio Reyna, Christian Pulisic; Folarin Balogun.
Belgia (4-3-3): Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Wout Faes, Jan Vertonghen, Arthur Theate; Amadou Onana, Youri Tielemans, Kevin De Bruyne; Jérémy Doku, Loïs Openda, Charles De Ketelaere.
Baca juga : Debut Mauricio Pochettino Sebagai Pelatih Timnas Amerika Serikat Berakhir dengan Kemenangan
Melihat tren kedua tim yang gemar mencetak gol, laga ini diprediksi akan berjalan terbuka dan menghibur bagi para penggemar sepak bola di Atlanta. Hasil imbang dengan skor tinggi atau kemenangan tipis bagi tim tamu menjadi skenario yang paling mungkin terjadi.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.





