Jakarta, tvOnenews.com - Penampilan Max Verstappen pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) F1 GP Jepang 2026 di Sirkuit Suzuka belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan signifikan bagi Red Bull Racing.
Juara dunia empat kali itu masih kesulitan menembus barisan terdepan, mencerminkan masalah performa yang terus membayangi timnya sepanjang akhir pekan.
- Reuters
Memasuki balapan utama yang akan digelar Minggu (29/3/2026), Verstappen pun mengaku pesimistis Red Bull mampu menciptakan kejutan besar di Suzuka.
Ia menilai, hingga saat ini, timnya masih tertinggal dari rival utama, terutama Mercedes AMG Petronas yang tampil dominan melalui George Russell dan Kimi Antonelli pada dua seri awal musim.
Sejak sesi latihan bebas pertama hingga ketiga, Verstappen mengaku belum puas dengan performa mobil RB21 yang dinilai belum mampu bersaing secara konsisten di papan atas.
“Ya, tapi pada saat yang sama hal ini sangat sulit untuk dipecahkan saat ini, jadi saya tidak mengharapkan keajaiban dalam semalam. Kami hanya perlu memahami isu-isu kita sedikit lebih lanjut, dari mana asalnya,” ujar Verstappen.
Pembalap asal Belanda tersebut mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada keseimbangan mobil yang hingga kini belum ditemukan solusi tepatnya—situasi yang mengingatkan pada kendala yang sempat dialami tim pada awal musim sebelumnya.
Red Bull sebenarnya datang ke Suzuka dengan sejumlah pembaruan teknis, termasuk perubahan pada bagian sidepod. Namun, pengembangan tersebut belum memberikan hasil maksimal sesuai harapan tim.
“Kami hanya mencoba untuk mengoreksi satu hal dan kami mendapatkan yang lain, tetapi tidak pernah menemukan keseimbangan yang baik pada dasarnya,” ungkap Verstappen.
Dengan kondisi tersebut, Verstappen dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan performanya seperti musim lalu, saat ia berhasil meraih kemenangan di Suzuka. Ia kini dituntut bekerja lebih keras untuk bisa kembali bersaing di barisan depan pada GP Jepang 2026.



