Bolehkah Puasa Syawal Sekalian Qadha? Baiknya Utamakan Ini Dulu Kata Ustaz Khalid Basalamah

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri, umat Islam kembali dianjurkan untuk melanjutkan ibadah sunnah, salah satunya puasa enam hari di bulan Syawal.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah puasa Syawal boleh digabung dengan puasa qadha Ramadhan?

Pertanyaan ini menjadi penting, terutama bagi mereka yang masih memiliki utang puasa.

Menurut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah, terdapat urutan yang sebaiknya diperhatikan agar ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna dan bernilai maksimal di sisi Allah SWT.

Puasa Syawal dapat dimulai sejak hari kedua setelah Idul Fitri.

Bahkan, semakin cepat seseorang menjalankannya, maka semakin baik pula nilai ibadahnya.

“Semakin cepat semakin bagus. Misalnya hari kedua Idul Fitri sudah mulai puasa, itu lebih baik,” jelasnya.

Meski demikian, Islam memberikan kelonggaran. Puasa Syawal tidak harus dilakukan berturut-turut.

Umat Islam tetap diperbolehkan mencicilnya hingga akhir bulan Syawal sesuai kemampuan masing-masing.

Pertanyaan utama yang sering muncul adalah apakah puasa Syawal boleh digabung dengan puasa qadha.

Secara hukum, para ulama memang membolehkan seseorang untuk melaksanakan puasa Syawal terlebih dahulu, meskipun masih memiliki utang puasa Ramadhan.

Namun, menurut Ustaz Khalid Basalamah, yang lebih utama adalah mendahulukan puasa qadha.

Hal ini berkaitan dengan keutamaan pahala yang dijanjikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan penuh, lalu diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh.

Artinya, puasa Ramadhan harus disempurnakan terlebih dahulu, termasuk mengganti (qadha) hari yang terlewat, sebelum melaksanakan puasa Syawal.

Ustaz Khalid Basalamah menekankan bahwa pahala besar dari puasa Syawal hanya bisa didapat jika puasa Ramadhan telah lengkap.

Jika seseorang masih memiliki utang puasa, maka pahala tersebut belum bisa dihitung secara sempurna.

“Harus terpenuhi dulu puasa Ramadhannya, baru kemudian puasa Syawalnya,” ungkapnya.

Meski demikian, jika seseorang memilih untuk mendahulukan puasa Syawal, ibadah tersebut tetap sah.

Hanya saja, keutamaan pahala setahun penuh belum akan didapatkan sampai utang puasa Ramadhan dilunasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
One Way Lokal KM 263–70 Tol Trans Jawa, Kendaraan Arah Timur Diimbau Gunakan Akses Keluar Alternatif
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Pertamina Fasilitasi Arus Balik, Ratusan Pemudik Kembali ke Jakarta
• 4 jam laludetik.com
thumb
Bahlil Bakal Relaksasi Terukur Batu Bara, Ini Maksudnya
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BRIN Gandeng UAG University Dorong Pengembangan Talenta Riset Berbasis Karakter
• 35 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Potensi Musim Kemarau Panjang 2026, Pakar Imbau Masyarakat Tampung Air
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.