Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor teknologi menjadi primadona karena dapat mengasilkan gaji yang menggiurkan bagi para pekerjanya. U.S. News & World Report dalam daftar tahunan Best Tech Jobs menyebut, manajer teknologi informasi (IT manager) dinobatkan sebagai pekerjaan terbaik di sektor teknologi di Amerika Serikat untuk tahun 2026.
Gaji median IT manager tercatat mencapai US$171.200 atau setara sekitar Rp2,9 miliar. Jumlah tersebut berdasarkam asumsi kurs Rp16.960 per dolar AS, berdasarkan penutupan perdagangan Jumat, 27 Maret 2026 menurut Refinitiv.
Dalam laporan tersebut, IT manager menempati posisi puncak seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap tenaga profesional yang mampu mengelola sistem digital yang semakin kompleks. Peran ini dinilai krusial karena mencakup koordinasi lintas departemen, penanganan permintaan teknis, hingga pengalokasian sumber daya untuk menyelesaikan masalah mendesak.
"Manajer IT sering kali harus menangani permintaan dari berbagai departemen, memprioritaskan permintaan layanan bantuan, dan mengalokasikan sumber daya perusahaan untuk menyelesaikan masalah teknis yang mendesak," mengutip VN Express, Sabtu (28/3/2026).
Biro Statistik Tenaga Kerja memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 15,2% untuk manajer IT antara tahun 2024 - 2034, dengan perkiraan 101.600 lowongan pekerjaan selama periode tersebut.
Pemeringkatan yang dilakukan U.S. News mempertimbangkan lima indikator utama, yaitu prospek masa depan (30%), potensi gaji (25%), tingkat penyerapan tenaga kerja (20%), keamanan dan stabilitas kerja (15%), serta keseimbangan kerja dan kehidupan (10%).
Manajer IT juga disebut sebagai karier yang cerah, termasuk peluang yang besar untuk kenaikan jabatan dan kenaikan gaji, serta jadwal kerja yang fleksibel dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang baik.
"Mereka juga melaporkan tingkat stres yang relatif rendah terkait lingkungan kerja dan kompleksitas tanggung jawab pekerjaan," sebutnya.
Di posisi kedua dalam daftar tersebut terdapat analis keamanan informasi (information security analyst), dengan gaji median US$124.910 dan proyeksi tambahan 52.100 pekerjaan baru, didorong oleh meningkatnya ancaman siber.
Sementara itu, pengembang perangkat lunak (software developer) berada di peringkat ketiga dengan gaji median US$133.080 serta proyeksi pertumbuhan lapangan kerja terbesar mencapai 267.700 posisi.
Posisi keempat ditempati data scientist dengan gaji median US$112.590. Adapun profesi aktuaris yang bertugas menganalisis risiko keuangan menggunakan matematika dan statistik melengkapi lima besar dengan gaji median US$125.770 serta sekitar 7.300 proyeksi pekerjaan baru.
Secara umum, sebagian besar pekerjaan dalam 10 besar memiliki gaji median di atas US$100.000. Namun, beberapa profesi seperti operations research analyst dan web developer mencatatkan gaji sedikit di atas US$90.000, sedangkan ahli statistik menjadi profesi dengan jumlah proyeksi lowongan terendah, yakni sekitar 2.700 posisi.
(dce) Add as a preferred
source on Google




