Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance disebut akan memimpin langsung upaya Washington dalam mencari jalan damai untuk mengakhiri konflik dengan Iran.
Menurut laporan Axios, Vance akan menjadi negosiator utama jika perundingan damai dengan Iran benar-benar digelar.
Penunjukan resmi dilakukan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (26/3/2026), menyusul peran Duta Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.
Seorang pejabat Gedung Putih menyebut Iran menerima keputusan tersebut karena Vance memiliki posisi tinggi di pemerintahan serta sikap menolak konflik berkepanjangan di luar negeri.
"Jika Iran tidak mencapai kesepakatan dengan Vance, mereka tak akan mendapat kesepakatan apapun. Dia orang terbaik yang mereka bisa dapatkan," kata Axios mengutip seorang pejabat senior AS, dikutip dari Antara, Sabtu (28/3).
Hingga kini, Vance telah melakukan sejumlah dialog dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bertemu sekutu di kawasan Teluk, serta mengikuti perundingan tak langsung dengan Teheran. Ia juga memimpin beberapa rapat Dewan Keamanan Nasional AS terkait opsi militer terhadap Iran.
Sumber AS dan Israel menyebut Vance menilai perang masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, meski upaya diplomasi terus digencarkan.
Baca Juga: Perbankan Nasional Pertebal Manajemen Risiko di Tengah Eskalasi Konflik Iran-Israel
Untuk diketahui, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, salah satunya di Taheran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Serangan tersebut dibalas Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.





