- Hindari Konsumsi Madu
- 1. Orang dengan alergi madu
- 2. Sensitif terhadap serbuk sari dan propoli
- 3. Penderita diabetes
- 4. Orang dengan sistem imun yang lemah
- 5. Penderita gangguan pencernaan
- 6. Bayi di bawah usia 1 tahun
- Jenis Madu dan Manfaatnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Madu sangat banyak manfaatnya bagi tubuh, dan sering digunakan sebagai obat termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penyakit itu sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun jika tidak diobati, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular karena tekanan darah tinggi dapat memberikan beban ekstra pada jantung dan pembuluh darah.
Mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan, madu memiliki sifat antioksidan dan mengandung senyawa khusus yang disebut senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan.
"Senyawa ini dapat menurunkan tekanan darah dengan berinteraksi dengan sistem kardiovaskular, yang mencakup pembuluh darah, arteri, jantung, dan darah, serta meningkatkan kesehatan jantung," tulis Kemenkes, dikutip Sabtu (28/3/2026).
Senyawa fenolik madu bekerja dengan 3 cara utama. Antara lain, pencegah pembekuan darah, meningkatkan dilatasi pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah, dan mengurangi kolesterol "jahat", khususnya lipoprotein densitas rendah, untuk mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah.
Namun, jumlah senyawa fenolik dan antioksidan dalam madu dapat dipengaruhi oleh variasi dan proses pembuatan madu.
Adapun cara mengonsumsi madu untuk tekanan darah tinggi antara lain, campurkan madu dengan bubuk kayu manis menjadi pasta, dan gunakan sebagai selai sarapan secara teratur.
Kemudian, campurkan 2 sendok makan madu dengan 3 sendok teh bubuk kayu manis dan larutkan dalam 450 ml air untuk membuat teh obat. Teh ini dapat dinikmati panas atau dingin.
"Mengonsumsi pasta madu ini secara rutin atau minum teh madu ini dikatakan dapat menurunkan kolesterol, mencegah penumpukan lemak di arteri, dan mencegah tekanan darah tinggi," ungkapnya.
Selain itu, madu yang dicampurkan ke dalam jus delima juga dikatakan memiliki manfaat bagi tekanan darah dan kesehatan jantung.
Hanya saja, ada sejumlah kelompok orang tidak boleh minum madu meski memiliki banyak manfaat. Bagi orang yang memiliki kondisi medis atau penyakit, mengkonsumsi madu bisa menimbulkan risiko kesehatan. Mengutip CNN Indonesia, madu sebaiknya dihindari oleh orang-orang berikut:
1. Orang dengan alergi maduGejala alergi madu bisa berupa ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, nyeri perut, mual, muntah, dan batuk. Dalam kasus parah, minum madu bisa menyebabkan anafilaksis yang mengancam nyawa.
Menariknya, orang yang alergi terhadap sengatan lebah juga berpotensi mengalami reaksi alergi terhadap madu. Hal ini karena ada protein serupa dalam madu dan racun lebah.
2. Sensitif terhadap serbuk sari dan propoliKasusnya memang jarang dan tidak semua penderita alergi serbuk sari bereaksi terhadap madu. Namun, bagi orang yang alerginya berat, sebaiknya menghindari madu mentah atau yang belum disaring.
Selain itu, propolis alias zat resin yang dikumpulkan lebah dari tunas pohon, juga bisa memicu alergi pada orang yang sensitif, karena mengandung senyawa tanaman tertentu.
3. Penderita diabetesPenderita diabetes memang tidak sepenuhnya dilarang mengonsumsi madu, tetapi harus sangat berhati-hati dan membatasi porsinya. Sebab, madu mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Meskipun indeks glikemik madu sedikit lebih rendah dari gula pasir, pengaruhnya terhadap gula darah tetap signifikan.
Oleh karena itu, penderita diabetes harus mengontrol porsi madu yang dikonsumsi dan menghitungnya sebagai bagian dari asupan karbohidrat harian.
4. Orang dengan sistem imun yang lemahIndividu dengan sistem imun yang sangat lemah, seperti pasien kanker yang menjalani kemoterapi, pasien transplantasi organ, atau orang dengan HIV/AIDS, termasuk orang yang tidak boleh minum madu terutama madu mentah.
Madu mentah bisa mengandung ragi alami, serbuk sari, dan spora bakteri. Umumnya berbagai kandungan ini tidak berbahaya bagi orang sehat, tetapi bisa berisiko menyebabkan infeksi pada orang yang imun tubuhnya terganggu.
Pada kasus ini, madu yang sudah dipasteurisasi secara komersial bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi madu.
5. Penderita gangguan pencernaanMadu sering digunakan untuk meredakan masalah pencernaan seperti diare. Namun, bagi sebagian orang, madu justru bisa menyebabkan diare, kram perut, atau gas.
6. Bayi di bawah usia 1 tahunMeski tidak memiliki penyakit tertentu, anak-anak berusia di bawah 1 tahun juga masuk daftar orang yang tidak boleh minum madu. Bayi di bawah usia satu tahun sangat rentan terhadap botulisme yakni, penyakit serius yang disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum.
Madu, baik mentah maupun yang sudah diproses, dapat mengandung spora bakteri ini. Sistem pencernaan bayi yang belum matang tidak mampu mencegah pertumbuhan bakteri tersebut, sehingga bisa menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, bayi di bawah usia 1 tahun tidak boleh minum madu sama sekali.
Ada beberapa jenis madu, masing-masing dengan rasa, penampilan, dan penggunaan yang berbeda. Jenis madu yang diproduksi tergantung pada tempat nektar bunga dikumpulkan oleh lebah dan jenis bunga yang dikumpulkan. Ada lebih dari 300 varietas madu, dan beberapa varietas madu yang paling umum termasuk antara lain:
Madu Klaver adalah jenis madu yang paling umum, dan biasanya yang paling sering ditemui di rumah. Sementara madu Akasia merupakan madu yang lezat dengan rasa manis yang ideal untuk digunakan sehari-hari.
Madu Eukaliptus memiliki banyak sifat obat sehingga menjadi pilihan yang ideal jika ingin memanfaatkan sifat penyembuhan madu. Sedangkan madu Manuka memiliki sifat obat, termasuk tingkat aktivitas antibakteri yang tinggi.
Madu hanyalah bentuk gula yang berbeda, tetapi ada banyak manfaat kesehatan yang diteliti. Disarankan untuk mengonsumsi satu sendok madu setiap hari untuk kesehatan yang baik dan sistem kekebalan tubuh. Secara utama, madu adalah sumber antioksidan yang kaya. Antioksidan melindungi tubuh dari kerusakan seluler dan mencegah peradangan. Antioksidan juga dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker.
Meskipun tidak ada efek samping langsung dari mengonsumsi atau menggunakan madu, orang yang sangat alergi terhadap serbuk sari mungkin mengalami reaksi alergi terhadap madu. Ini karena madu mengandung serbuk sari lebah. Jika mengalami efek samping apa pun, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.
Mengutip Everyday Health, hal ini disebabkan oleh kandungan fruktosa yang tinggi dalam madu. Fruktosa sulit dicerna oleh beberapa orang, terutama yang memiliki kondisi seperti irritable bowel syndrome (IBS) atau intoleransi fruktosa.
(dce) Add as a preferred
source on Google




