jakarta.jpnn.com - Langkap Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) diapresiasi anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini.
Amelia menilai langkah Kemenhan mencerminkan komitmen pemerintah memperkuat tata kelola logistik pertahanan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Akademisi Unram Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo dalam Kasus Aktivis KontraS
Sebab, saat ini pasokan energi sedang terancam akibat konflik di Timur Tengah.
"Saya sebagai anggota Komisi I DPR RI melihat situasi ini dalam dua perspektif, yaitu kesiapan operasional dan efektifitas efisiensi," kata Amelia di Jakarta, Rabu (25/3).
BACA JUGA: Ketua Umum HIMALO Anggap Presiden Prabowo Benar-Benar Bela Palestina
Dia menjelaskan penggunaan BBM pada alat utama sistem pertahanan (alutsista) tidak semata-mata soal konsumsi energi.
Menurut Amelia, hal itu berkaitan langsung dengan tingkat kesiapan tempur, frekuensi latihan, serta mobilitas satuan di lapangan.
BACA JUGA: Menlu Sugiono Tegaskan Presiden Prabowo Ingin Jadi Penengah Konflik Timur Tengah
"Oleh karena itu, efisiensi tidak boleh diterjemahkan sebagai pengurangan yang berpotensi menurunkan kesiapan TNI," kata dia.
Tentang penggunaan kendaraan dinas, dia menyarankan efisiensi bisa dilakukan melalui optimalisasi penggunaan.
Langkah lainnya ialah digitalisasi monitoring konsumsi BBM serta penerapan standar operasional yang lebih disiplin.
Untuk alutsista, pendekatan dalam upaya efisiensi harus lebih teknis, seperti peningkatan efisiensi mesin. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




