Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Mulan Jameela, buka suara setelah namanya terseret isu yang menyebut dirinya merendahkan profesi guru.
Ia mengaku awalnya mengetahui kabar tersebut dari kolom komentar di Instagram yang tiba-tiba ramai menyinggung pernyataan yang tak pernah ia buat.
“Akhir-akhir bulan puasa… Meisya tuh posting kolaborasi bareng sama aku di Instagram. Kok besoknya aku lihat banyak komen-komen yang kurang lebih kalimat-kalimatnya ‘Kualitasmu segimana kok bisa komentar tentang guru’,” ujar Mulan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (26/3).
Merasa bingung, Mulan kemudian menelusuri asal-usulnya hingga menemukan sebuah konten di TikTok yang mencatut namanya dengan narasi seolah-olah ia mengkritik guru.
“Aku searching (di TikTok) ‘Mulan bicara tentang guru’, ada satu konten foto, foto aku kerja dengan tulisan ‘Mulan: Guru harus meningkatkan kualitas, jangan cuma nuntut gaji’,” jelasnya.
Ia menyebut unggahan tersebut sebenarnya sudah lama beredar, namun tiba-tiba kembali ramai dan memicu berbagai komentar, terutama di Instagram.
Mulan pun menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Ia juga menyebut tugasnya di Komisi VI DPR RI tidak berkaitan dengan isu pendidikan atau guru.
“Karena aku nggak ngerasa pernah membahas tentang guru, bukan nggak peduli dengan guru, karena memang kebetulan juga di DPR RI ini ditugaskan di Komisi VI, di mana tupoksinya di luar dari guru,” tegasnya.
Ia juga memastikan dirinya tidak pernah membahas guru di media sosial sehingga narasi tersebut dinilai tidak mungkin berasal darinya.
“Dan kebetulan juga aku emang enggak pernah bicara tentang guru di sosial media, nggak mungkin banget aku tahu-tahu membuat pernyataan atau menyudutkan profesi guru,” lanjutnya.
Mulan mengaku kerap menjadi sasaran hoaks dan biasanya memilih diam. Namun, kali ini ia merasa perlu angkat bicara karena isu tersebut dinilai merugikan dirinya sekaligus berpotensi mengganggu hubungannya dengan para guru yang menurutnya merupakan pekerjaan mulia.
“Enggak mungkin banget aku membuat pernyataan seperti itu, dan itu jelas-jelas berita hoaks. Makanya aku nggak bisa diam menerima isu berita hoaks tentang kaitannya tentang guru, apalagi memberi pernyataan negatif menyudutkan seorang guru,” ujarnya.
Ia pun mengimbau publik agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Teman-teman jangan tergiring oleh berita hoaks karena itu tidak hanya merugikan aku, tapi juga hubunganku dengan para guru,” tandasnya.





