Warga RI Overdosis Gula, Konsumsi Minuman Manis Naik Drastis

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Boba (Photo by RODNAE Productions: via pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren konsumsi minuman manis di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong masyarakat melampaui batas aman asupan gula harian tanpa disadari.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. Zuraidah Nasution, menyebut minuman berpemanis atau sugar sweetened beverages (SSB) menjadi salah satu penyumbang utama tingginya konsumsi gula.

Baca: 9 Tanda Tubuh Sudah Overdosis Gula, Jangan Anggap Remeh

"Batas asupan gula harian sekitar 10% dari kebutuhan energi. Jika kebutuhan 2.000 kalori, maka sekitar 50 gram atau setara empat sendok makan," ujar dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (28/3/2026).

Sejumlah studi menunjukkan konsumsi minuman berpemanis di Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir. Bahkan, Indonesia sempat menjadi salah satu negara dengan konsumsi minuman manis tertinggi di Asia.

Data Kementerian Kesehatan juga menunjukkan konsumsi gula dari minuman saja dapat mencapai sekitar 50% dari batas harian yang dianjurkan. Artinya, tanpa disadari, setengah asupan gula harian sudah terpenuhi hanya dari minuman, belum termasuk dari makanan lain.

Mudahnya akses terhadap minuman manis turut mempercepat tren ini. Mulai dari minuman kemasan hingga minuman siap saji seperti teh manis, boba, hingga kopi susu kini semakin populer.

Baca: 5 Gejala Kerusakan Ginjal yang Terlihat dari Mata, Segera Cek!

Di sisi lain, tidak semua produk mencantumkan informasi kandungan gula secara jelas, sehingga konsumen kerap sulit mengontrol asupan. Kondisi ini berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes.

Zuraidah menjelaskan, kebiasaan mengonsumsi minuman manis umumnya terbentuk sejak usia anak dan berlanjut hingga dewasa. Oleh sebab itu, peran orang tua dinilai penting dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat, termasuk dengan membatasi ketersediaan minuman manis di rumah serta membiasakan membaca label gizi.

Ia menegaskan konsumsi minuman manis tidak harus dihindari sepenuhnya, namun perlu dikontrol. Masyarakat disarankan untuk memperhatikan total asupan gula harian dan menyeimbangkannya dengan pola hidup sehat, seperti konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, serta istirahat cukup.



(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Lebaran Effect Bagi Lonjakan Konsumsi Produk Herbal & Wellness

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI: Penjualan Tiket Lebaran Tembus 102,3 Persen
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Transjakarta Siapkan 20 Pramudi Terbaik untuk Program Pertukaran ke Jepang
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Tradisi Mudik, Tradisi Macet
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BRI Catat Transaksi Qlola Tembus Rp2.141 Triliun, Dorong Digitalisasi Layanan Korporasi
• 30 menit lalupantau.com
thumb
TikTok Berkomitmen Patuhi Peraturan Pemerintah Terkait PP Tunas
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.