Sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan salah satu barang paling kotor yang dibawa saat bepergian. Benda ini bahkan lebih kotor dibandingkan handphone atau sepatu.
Dilansir Reader Digest, penelitian yang dilakukan oleh penyedia Japan Rail Pass, JRPass, menemukan bahwa paspor mengandung tingkat bakteri tertinggi di antara berbagai perlengkapan perjalanan. Dalam studi tersebut, paspor mencatat 436 colony-forming units (CFUs), atau satuan jumlah bakteri hidup, angka yang tujuh kali lebih tinggi dibandingkan sepatu.
Untuk mendapatkan hasil tersebut, tim peneliti bekerja sama dengan ahli mikrobiologi dengan mengambil sampel dari berbagai barang yang umum dibawa saat perjalanan, seperti koper, tas kabin, sepatu, jaket, ponsel, hingga paspor. Sampel kemudian diuji di laboratorium menggunakan media khusus selama delapan hari sebelum jumlah bakterinya dihitung.
Ahli mikrobiologi Jason Tetro menjelaskan bahwa paspor mudah menjadi sarang kuman karena sering berpindah tangan dan bersentuhan dengan berbagai permukaan di bandara maupun pesawat. Sementara itu, epidemiolog Brian Labus menambahkan bahwa dokumen ini kerap disentuh oleh banyak orang, sehingga berpotensi membawa berbagai jenis mikroorganisme.
Beberapa jenis bakteri yang umum ditemukan pada perlengkapan perjalanan antara lain Staphylococcus, E. coli, Streptococcus, hingga Klebsiella. Selain itu, terdapat pula potensi paparan virus seperti flu, COVID-19, hingga norovirus yang dapat menempel pada permukaan paspor dan berpindah ke tangan pengguna.
Benda Paling KotorMenariknya, sepatu yang sering digunakan di tempat kotor justru memiliki jumlah bakteri lebih rendah, yakni sekitar 65 CFUs. Hal ini karena sepatu cenderung tidak “menyimpan” bakteri dalam waktu lama, melainkan terus memindahkannya dari satu permukaan ke permukaan lain.
Adapun perbandingan tingkat bakteri pada beberapa barang perjalanan lainnya adalah sebagai berikut:
Paspor: 436 CFUs
Koper bagasi: 97 CFUs
Sepatu: 65 CFUs
Tas kabin: 56 CFUs
Ponsel: 45 CFUs
Jaket: 15 CFUs
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa permukaan lain seperti meja lipat di pesawat justru bisa jauh lebih kotor, bahkan mencapai lebih dari 2.000 CFUs per inci persegi.
Temuan ini menjadi pengingat bagi para pelancong untuk lebih menjaga kebersihan selama perjalanan, seperti rutin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, serta menghindari menyentuh wajah setelah memegang barang-barang yang sering terpapar.




