Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar Jepang kembali memberangkatkan para penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) untuk tahun 2026. Pada tahun ini, sebanyak 58 pelajar Indonesia berhasil meraih beasiswa penuh dari Pemerintah Jepang untuk menempuh pendidikan mulai dari jenjang S1 hingga S3, termasuk program Kosen dan Senshu.
Beasiswa MEXT merupakan program yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho) bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi di Jepang. Program ini mencakup pembiayaan penuh, mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup, hingga tiket pesawat.
Direktur Bagian Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang Hoshino Daisuke mengatakan beasiswa MEXT sudah berjalan sejak tahun 1954. Beasiswa ini telah menerima lebih dari 100.000 pelajar dari 160 lebih negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
"Beasiswa ini sangat kompetitif. Saya percaya para peserta di sini merupakan pelajar terbaik di Indonesia. Saya sangat bangga dengan hasil tersebut," katanya dalam Pelepasan Penerima Beasiswa Pemerintah Jepang/ Monbukagakusho Keberangkatan 2026 di Kedubes Jepang, Jakarta, Rabu, (25/3/2026).
Hoshino mengatakan banyak lulusan pendidikan di Jepang telah mengambil peran penting di berbagai bidang di banyak negara, termasuk di Indonesia. Menurutnya, selain membuka kesempatan belajar bagi para penerima, beasiswa MEXT juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Jepang dan negara-negara mitra.
Di luar itu, Hoshino juga menyebut bahwa Jepang dari tahun ke tahun terus menjadi destinasi populer bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Dia menambahkan, jumlah pelajar Indonesia yang belajar bahasa Jepang pun terus meningkat.
Baca Juga
- Bukan LPDP, Ini Daftar Beasiswa Luar Negeri Tanpa Ikatan Pulang ke Indonesia
- LPDP Usut Dugaan Pelanggaran 36 Penerima Beasiswa, 8 Orang Kena Sanksi Pengembalian Dana
- LPDP Masih Hitung Dana Beasiswa yang Harus Dikembalikan Suami DS
"Jumlah pelajar Indonesia yang belajar bahasa Jepang merupakan yang kedua terbesar di dunia," tegasnya.
Hoshino menyampaikan bahwa para penerima beasiswa ini akan mulai berangkat ke Jepang pada April dan Oktober. Ia berharap para pelajar dapat belajar dengan baik sekaligus menikmati berbagai hal yang ditawarkan Jepang, serta membawa pulang pengalaman tersebut untuk semakin mempererat hubungan kedua negara. Menurutnya, banyak pelajar Indonesia sebelumnya telah berhasil menjalankan peran tersebut dengan baik.
Di sisi lain, ia menilai Jepang juga memiliki banyak hal untuk dipelajari dari Indonesia. Dengan kekayaan budaya dan keberagaman yang dimiliki, Indonesia dinilai layak untuk lebih dikenal oleh masyarakat Jepang. Karena itu, ia mendorong para penerima beasiswa untuk turut menjadi duta budaya, memperkenalkan Indonesia beserta budayanya selama berada di Jepang.
"Mereka memiliki potensi untuk menjadikan Indonesia sebagai sesuatu yang istimewa di mata masyarakat lokal di tempat mereka tinggal nanti di Jepang. Saya berharap mereka dapat membangun hubungan yang bertahan lama dengan masyarakat Jepang," pungkasnya.





