Pemerintah mempercepat pembukaan tambahan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026. Percepatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera dalam waktu singkat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan, tambahan Sekolah Rakyat ini berada di luar tahapan pengembangan yang telah berjalan sebelumnya. Salah satu lokasi yang tengah disiapkan adalah Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) milik Kementerian Perhubungan yang berada di Kabupaten Bogor.
“Yang sekarang sedang kita survei ini tambahan. Jadi di luar tahap satu, dan dua maupun di luar tahap tiga. Ini ada perintah (Sekolah Rakyat) tambahan yang kita bersama-sama harus kita laksanakan karena ini perintahnya Bapak Presiden Prabowo. Beliau meminta bulan April ini harus sudah buka,” kata Agus Jabo saat meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di PPSDMAP Kementerian Perhubungan, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, tambahan Sekolah Rakyat ini melengkapi tahapan yang sudah berjalan. Pada tahap pertama, pemerintah telah mengembangkan rintisan di 166 titik dengan memanfaatkan gedung yang tersedia. Tahap kedua kini masuk pada pembangunan sekolah permanen di 104 lokasi, disusul tahap ketiga dengan penyiapan sekitar 100 titik.
Untuk mengejar target April, pemerintah mengoptimalkan penggunaan fasilitas milik kementerian dan lembaga. Salah satunya dukungan dari Kemenhub yang menyediakan sejumlah institusi pendidikan untuk difungsikan sebagai lokasi Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah dalam proses ini, satu hari dua hari ini ternyata Kemenhub memberikan tempat-tempat yang selama ini digunakan untuk pelatihan, nanti akan digunakan untuk Sekolah Rakyat,” kata Agus Jabo.
Ia menegaskan, percepatan ini mengedepankan prinsip fungsional. Fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama, dan tempat makan menjadi prioritas agar kegiatan belajar dapat segera berjalan, sementara sarana pendukung lainnya akan dilengkapi secara bertahap.
“Yang penting ada kelas dulu, ada asrama dulu, terus ada tempat makan. Yang lain-lain nanti bisa menyesuaikan sambil proses belajar mengajar berjalan,” kata Agus Jabo.
Proses asesmen kelayakan lokasi tetap dilakukan oleh KemenPU untuk memastikan kesiapan infrastruktur dasar. Penyesuaian ruang dilakukan secara cepat agar memenuhi standar minimal penyelenggaraan pendidikan berasrama.
Sekretaris Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Strategis KemenPU Essy Asiah menilai lokasi PPSDMAP Kemenhub secara umum layak digunakan sebagai Sekolah Rakyat.
“Secara arsitek juga sudah tinggal kita pembenahan. Jadi ini dalam waktu dua minggu sih aman banget lah ya insya Allah. Jadi mungkin kita paling ada beberapa kerusakan-kerusakan kecil, seperti retakan atau plafon. Jadi secara prinsip awal ini bisa kita gunakan untuk April,” kata Essy.
Sebagai informasi PPSDMAP memiliki luas sekitar 11 hektar, dengan potensi pemanfaatan meliputi 5 ruang kelas, asrama, ruang makan dan sarana olahraga serta musala di Gedung A dan Gedung Auditorium.
“Jadi nanti bisa total 76 kamar, kalau per kamar 2 orang berarti 152 (siswa). kalau 4 (siswa) per kamar bisa lebih dari itu. Termasuk ruang makan di lantai 1, lobby bisa dimanfaatkan untuk ruang guru,” kata Kepala PPSDMAP sekaligus Plt. Sekretaris BPSDM Perhubungan Kemenhub Ali Fikri.
Pada kesempatan tersebut, Agus Jabo bersama jajaran pejabat meninjau langsung Asrama A dan Auditorium. Peninjauan meliputi kamar tidur, ruang makan, ruang kelas, hingga lapangan yang difungsikan sebagai area serbaguna.
Usai meninjau PPSDMAP, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melanjutkan kunjungan ke lokasi calon Sekolah Rakyat lain di Tagana Centre Kemensos.
Dalam peninjauan singkat tersebut, ia didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Wida Nurfaida, Sekretaris Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Strategis KemenPU Essy Asiah serta Kepala Biro Umum Kemensos Salahuddin Yahya. Lokasi yang ditinjau berada di Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Area tersebut memiliki luas bangunan mencapai 4.280,25 meter persegi. Fasilitas yang ditinjau meliputi lapangan, ruang makan, asrama, aula, hingga ruang kantor.
Sekolah Rakyat di lokasi ini ditargetkan mampu menampung 100 siswa jenjang SD dan SMP, dengan masing-masing dua rombongan belajar





