Setelah hiatus selama empat tahun, grup musik asal Korea Selatan BTS kembali ke panggung musik dunia. BTS menandai eksistensinya kembali lewat konser comeback yang disiarkan lewat platform Netflix, bertajuk BTS Comeback Live: Arirang, pada Sabtu (21/3) lalu.
Konser ini sekaligus merayakan peluncuran album pertama mereka dalam empat tahun terakhir, bertajuk Arirang. Album ini merupakan pesan cinta tujuh member BTS, yaitu RM, Jin, SUGA, j-hope, Jimin, V, dan Jungkook untuk para penggemarnya, ARMY.
Nama Arirang merujuk pada lagu rakyat Korea yang sudah mendarah daging sejak satu abad lalu, pula bertajuk Arirang. Album ini bukan sekadar pesan cinta penuh kerinduan untuk para penggemar, tetapi juga refleksi kebanggaan terhadap budaya tanah kelahiran mereka. Inilah mengapa, BTS menghadirkan elemen-elemen tradisional dalam Arirang, sebagaimana diungkapkan oleh RM.
“Elemen Korea adalah kata kunci penting yang menghubungkan kami. Unsur ini terikat dengan akar kami, dan akan terus berevolusi,” ucap rapper bernama asli Kim Nam-joon ini, sebagaimana dilansir The Korea Times.
“Kami memasukkan budaya dan semangat Korea ke dalam lirik-lirik lagu. Bagi kami, kembali ke akar terasa sangat penting,” imbuh j-hope.
Konser comeback ini diselenggarakan di alun-alun Gwanghwamun, Seoul, berlokasi tepat di depan Istana Gyeongbokgung yang ikonis. Berlokasi di antara patung dua tokoh prominen Korea, yakni Raja Sejong dan Laksamana Yi Sun-sin, panggung megah dan penampilan spektakuler BTS menjadi perlambang kemasyhuran budaya lampau yang dikawinkan dengan era kebaruan.
Selaras dengan tema album dan lokasi konser yang penuh signifikansi, tentu kostum panggung para member juga harus mencerminkan kekentalan budaya Korea. Maka tak heran bila BTS bekerja sama dengan desainer dan pendiri brand fashion Songzio, Song Jae-woo atau Jay Songzio. Lewat kolaborasi ini, Songzio melahirkan tujuh desain yang dinamakan “Lyrical Armor”.
Lyrical Armor: Representasi pahlawan budaya masa kiniDilansir Chosun, Jay Songzio mengatakan bahwa lewat busana ini, ia ingin mewujudkan semangat Korea yang tak padam, terlebih setelah melewati berbagai tantangan di berbagai lembar sejarah. BTS digambarkan sebagai “pahlawan” budaya yang menerjang era kontemporer.
“Kami menghubungkan rupa Laksamana Yi Sun-sin dan Raja Sejong yang berdiri gagah di Gwanghwamun bersama para member BTS, memasukkan tema-tema seperti ‘pahlawan’ dan ‘pendekar’ dalam busananya,” jelas Jay Songzio.
Koleksi “Lyrical Armor” dideskripsikan sebagai wujud semangat pahlawan generasi baru yang memikul sejarah Korea dalam jiwa dan raga mereka, sembari membentuk masa depan baru. Dalam merancang busana setiap member, Songzio menghadirkan sentuhan garmen era dinasti Joseon (abad 14–18 M) yang pernah dikenakan oleh tokoh-tokoh penting di masanya, seperti pendekar, akademisi, negarawan, hingga seniman era Joseon.
Siluet seperti hanbok, jubah akademisi, hingga baju zirah tentara dihadirkan dengan sentuhan kontemporer. Jay Songzio sengaja membiarkan elemen-elemen kasar hadir dalam setiap artikel pakaian, seperti jahitan terbuka, sebagai representasi luka dan kisah masa lampau yang menjadi bagian lembaran hidup.
Setiap elemen tradisional dipisahkan, dipotong, diperbaiki, dan digabungkan kembali ke dalam siluet avant-garde yang megah. Permainan kain-kain flowy dan potongan asimetris menari bersama para member bak patung hidup. Siluet longgar membantu mereka bergerak dengan leluasa di atas panggung, sementara palet monokromatik hitam-putih menjadikan busana sebagai pelengkap cerita, bukan pemain utama.
Perwujudan tradisi dan kebaruan dalam garmenDilansir situs resmi Songzio, tiap member memiliki satu tampilan yang merepresentasikan sosok mereka.
RM, sebagai ketua grup, mengenakan busana bertajuk Hero—terdiri dari jaket panjang yang terinspirasi dari siluet hanbok, lengkap dengan ritsleting panjang perak yang menciptakan nuansa modern. Jaketnya dipadukan dengan kemeja putih berkerah tinggi, terinspirasi dari baju zirah pendekar, merepresentasikan elegansi.
Lalu Jin, bernama asli Kim Seok-jin, tampil menawan mengenakan jaket bertekstur dengan potongan oriental yang dipadukan dengan kemeja putih beraksen draping mewah. Busana ini dibaptis dengan titel Artist.
Lewat busana bernama Architect, rapper SUGA tampak gahar dengan jaket hitam berlapis yang terinspirasi dari aksen plating baju zirah era Joseon. Jaket tersebut dipadukan dengan atasan kerah tegak putih tinggi yang menjuntai panjang, serta celana bersiluet hanbok pria.
Seakan menjiwai karakteristik j-hope yang luwes dan sosok main dancer sejati, busana bertajuk Sorigun hadir dengan tampilan bold berkat jaket bomber yang dipadukan dengan detail plating baju zirah dan studs perak. Pakaian ini dipadukan dengan celana kargo tebal.
Dibalut dengan busana bertajuk Poet, Jimin tampil elegan berkat jaket bertekstur kilau dengan siluet hanbok modern. Jaket tersebut dipadukan dengan aksen khas Songzio berupa frill atau rumbai kecil di bagian pinggang yang melayang cantik ketika diajak menari.
V tampak karismatik dan elegan berkat busana bertajuk Doryeong yang merepresentasikan jubah tradisional era Joseon. Jaket panjang tersebut dilengkapi dengan detail layering dan kain bertekstur yang menandai modernitas.
Terakhir, Jungkook tampil bold dalam balutan busana Vanguard yang penuh dengan detail layering. Jaket kulit dengan kerah memberikan kesan modern, dipadukan dengan dalaman beraksen plating baju zirah yang gagah.
“Kami menggambarkan mereka (member BTS) sebagai tokoh yang mengubah ‘han’ (keteguhan emosional Korea) menjadi ‘heung’ (kebahagiaan), menjadi pionir masa depan, dan memberikan kami harapan,” tegas Jay Songzio.





