Bisnis.com, JAKARTA - Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen mengungkapkan kekesalannya dengan mengusir jurnalis Inggris usai dicecar pertanyaan soal perebutan gelar juara dunia musim lalu.
Pembalap asal Belanda tersebut mengusir secara halus jurnalis The Guardian, Giles Richards dengan mengatakan tidak akan bicara hingga dirinya pergi.
"Saya tidak akan berbicara sebelum dia pergi," tegas Max saat konferensi pers jelang GP Jepang, dilansir pada Kamis (26/3/2026).
Juara dunia F1 empat kali tersebut merasa terganggu dengan pertanyaan terkait perebutan gelar juaranya dengan Lando Norris pada balapan terakhir di Abu Dhabi musim lalu.
Jurnalis Inggris tersebut juga menyinggung penalti 10 detik yang diterima Max Verstappen pada GP Spanyol musim lalu usai insiden dengan pembalap Mercedes, George Russell.
Verstappen membeberkan alasannya ketika dirinya dicecar pertanyaan terkait GP Spanyol dan balapan terakhir di GP Abu Dhabi.
Baca Juga
- Ini 4 Isu Panas F1 2026: Kutukan Rekan Verstappen Hingga Sinyal Positif Hamilton Buat Ferrari
- Kisah Unik Max Verstappen: Pilot F1 Paling Jenius, Buah Didikan Keras Sang Ayah
- Max Verstappen Gunakan Nomor 3 di Formula 1 Musim Depan
"Kau melupakan hal lain dari semua yang terjadi di musim lalu, satu-satunya yang kau sebut saat di Barcelona. Balapan ini ada 24 putaran, dan saya pikir bisa kembali pada paruh kedua, Anda bisa menanyakan hal itu," tutur Max.
Sementara itu, jurnalis The Guardian, Giles Richards, mengaku kecewa kepada Max Verstappen dalam artikel yang dibuatnya.
Giles merasa sangat terkejut dengan tanggapan kasar yang dilontarkan oleh Max saat diberi pertanyaan olehnya.
Namun, jurnalis Inggris tersebut tetap menghormati Verstappen dan berharap dapat menjalin hubungan yang lebih baik selanjutnya.
Kejadian tersebut bukan kali pertama Max Verstappen berbenturan dengan media, terutama media Inggris.
Verstappen pernah mengancam akan menanduk seseorang pada tahun 2018 usai diberi pertanyaan tentang dirinya yang sering mengalami kecelakaan saat balapan di musim itu.
Pada tahun 2022, Max juga pernah memboikot Sky Sports F1 karena dirinya menganggap liputan yang dilakukan tidak sopan saat jurnalis Inggris, Ted Kravitz menyinggung persaingannya dengan Lewis Hamilton di musim 2021.





