Miami: Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menggelar pertemuan dengan Iran pekan ini di tengah konflik yang masih berlangsung antara AS, Israel, dan Iran.
Dikutip dari Antara, Sabtu, 28 Maret 2026, Utusan Khusus AS Steve Witkoff mengatakan pihaknya berharap pertemuan tersebut dapat terlaksana sebagai bagian dari upaya negosiasi.
“Kami memperkirakan akan ada pertemuan pekan ini dan tentu berharap hal itu terwujud. Ini tanda positif, dan presiden menginginkan kesepakatan damai,” ujar Witkoff dalam forum investasi di Miami.
Ia menegaskan AS akan terus mendorong proses negosiasi hingga mencapai hasil.
Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran telah menyatakan keinginan untuk membuka pembicaraan. “Mereka ingin bicara, dan kami juga menginginkannya. Sekarang mereka ingin membuat kesepakatan,” kata Trump.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Washington memperkirakan operasi militer terhadap Iran dapat diselesaikan dalam hitungan pekan, tanpa perlu pengerahan pasukan darat.
AS dan Israel telah melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta negara-negara kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan. Selain itu, sedikitnya 13 personel militer AS dilaporkan tewas sejak konflik dimulai.
Konflik ini juga berdampak pada kenaikan harga energi dan mengganggu jalur pengiriman global, termasuk di Selat Hormuz.
Baca juga: AS Targetkan Perang Iran Selesai dalam Hitungan Pekan Tanpa Pasukan Darat




