Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatra terus mempercepat penanganan pembersihan lumpur serta rehabilitasi lahan sawah yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Upaya pembersihan lumpur dilakukan guna memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik yang sempat terdampak dapat kembali berfungsi normal. Sementara itu, rehabilitasi lahan sawah menjadi langkah penting untuk menjaga pasokan beras dan mempercepat pemulihan ekonomi petani.
Berdasarkan laporan Satgas per 28 Maret 2026, progres pembersihan lumpur menunjukkan capaian signifikan di tiga provinsi tersebut. Di Provinsi Aceh, dari total 476 lokasi yang menjadi target, sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara 80 lokasi masih dalam proses pengerjaan.
Di Sumatera Utara, dari 24 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 20 lokasi telah tuntas dibersihkan dan sisanya masih dalam proses. Adapun di Sumatera Barat, seluruh proses pembersihan lumpur telah rampung 100 persen, dengan total 29 lokasi terdampak telah dibersihkan.
Sejalan dengan itu, progres rehabilitasi lahan sawah juga terus berjalan. Dari total 42.702 hektare lahan sawah yang menjadi sasaran di tiga provinsi, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 5.333 hektare masih dalam proses penanganan.
Secara rinci, di Provinsi Aceh dari total 31.464 hektare lahan sawah, sebanyak 42 hektare telah direhabilitasi. Di Sumatera Utara, dari 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah dipulihkan. Sementara di Sumatera Barat, dari total 3.902 hektare, sebanyak 779 hektare telah berhasil direhabilitasi.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra Tito Karnavian menyampaikan pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
“Lumpur ini menjadi masalah utama di dataran rendah. Kami telah memetakan titik-titik terdampak, jumlahnya sekitar 445 lokasi di tiga provinsi. Secara keseluruhan, progres pembersihan sudah mencapai sekitar 84 persen, dan tersisa 16 persen yang masih dalam pengerjaan,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Sabtu, 28 Maret 2026.
Selain pembersihan lumpur, pemerintah juga tengah melakukan normalisasi sungai di wilayah terdampak yang mengalami sedimentasi tinggi. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi banjir susulan sekaligus mendukung sistem irigasi bagi lahan pertanian dan tambak masyarakat.
Satgas PRR menegaskan akan terus mempercepat seluruh proses penanganan guna memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal dan berkelanjutan di wilayah Sumatra.
Editor: Redaktur TVRINews





