Arus Balik Masih Berlangsung, Ini Cara Persiapan Fisik bagi Pengemudi

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Mudik Lebaran 2026 masih berlangsung setidaknya hingga pekan depan. Akhir pekan ini yaitu tanggal 28-29 Maret 2026 berpotensi menjadi puncak arus balik gelombang kedua.

Staf Pengajar Program Studi Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Maria Lestari, mengatakan, perjalanan mudik sebenarnya dapat dianalogikan sebagai aktivitas dengan beban ringan namun berlangsung dalam waktu lama atau low-intensity prolonged load.

"Kondisi tersebut membuat tubuh berada dalam posisi statis dalam waktu yang cukup panjang, disertai tekanan mental seperti konsentrasi saat berkendara atau menghadapi kemacetan," ujar Ria, mengutip situs resmi FK UI, Sabtu, 28 Maret 2026.

Baca Juga :

Arus Balik, Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
Ria menilai, persiapan fisik sebelum memulai perjalanan sangat penting, terutama bagi mereka yang mengemudi sendiri. Metrotvnews.com telah merangkumnya sebagai berikut:
  • Tidur cukup minimal tujuh hingga delapan jam sebelum berangkat.
  • Hidrasi yang baik dapat menjaga konsentrasi serta mencegah rasa lelah selama perjalanan.
  • Sebelum berangkat, pemudik juga dianjurkan melakukan pemanasan ringan untuk meningkatkan kesiapan otot dan sendi, seperti gerakan neck rotation, shoulder roll, mobilitas panggul, serta peregangan otot betis (calf stretch) agar membantu melancarkan sirkulasi darah sebelum tubuh berada dalam posisi duduk dalam waktu lama.
  • Pemudik dalam kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau riwayat nyeri punggung, pastikan kondisi kesehatan dalam keadaan stabil sebelum melakukan perjalanan jauh.
  • Berhenti setiap dua hingga tiga jam untuk melakukan peregangan ringan selama tiga hingga lima menit seperti calf pump, hip extension, dan thoracic extension.

Selain persiapan fisik sebelum perjalanan, keluhan nyeri punggung atau pegal setelah perjalanan sering terjadi. Penyebab umumnya posisi duduk statis dalam waktu lama, sehingga otot penyangga tulang belakang seperti otot punggung bawah dan otot bokong menjadi tegang serta aliran darah berkurang.

Ria menganjurkan untuk menjaga postur duduk yang baik, melakukan peregangan secara berkala, serta tetap aktif bergerak sebelum dan setelah perjalanan.

"Pada dasarnya tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Karena itu, memberi jeda untuk bergerak selama perjalanan menjadi kunci sederhana untuk menjaga kebugaran dan mencegah keluhan otot selama mudik," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Walikota Taipei Divonis 17 Tahun dalam Kasus Korupsi Tingkat Pertama, Politik Taiwan Bergejolak dan Jadi Sorotan
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Dari Silaturahmi ke Ekspansi: Langkah Haka Auto Mengembangkan Kendaraan Listrik di Indonesia Timur
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Kabar Baik Dunia Pendidikan, Empat Prodi UNM Raih Akreditasi Internasional
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Prabowo Gelar Bazar Rakyat di Monas Sore Ini, Seskab Teddy: Berbagi Kebahagiaan
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI, Bakpao Gandum RoyalKueID Jadi Pilihan Camilan Praktis
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.