Penanganan Jangan Terlambat, Kenali Tanda Bahaya Kehamilan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bogor: Kegawatdaruratan pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Ganot Sumulyo mengatakan kegawatdaruratan pada ibu hamil merupakan kondisi akut yang dapat berujung fatal jika tidak segera ditangani.

"Keterlambatan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu," ujar Ganot, melansir situs resim IPB University, Sabtu, 28 Maret 2026.

Karena itu, masyarakat perlu memahami tanda bahaya kehamilan agar dapat segera mencari pertolongan medis.

Baca Juga :

Kesehatan Mental dan Nutrisi Jadi Tantangan dalam Perjalanan Menjadi Ibu
Tanda Bahaya pada Ibu Hamil

Ganot menekankan kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil antara lain perdarahan, kejang, hipertensi, hingga infeksi berat.

"Tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan itu nomor satu perdarahan. Di usia kehamilan berapa pun, kalau ada perdarahan harus segera ke rumah sakit," jelasnya.

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi komplikasi serius seperti preeklamsia atau infeksi yaitu
  • Sakit kepala hebat disertai pandangan kabur
  • Nyeri perut yang sangat kuat
  • Demam tinggi
  • Sesak napas berat. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi komplikasi serius seperti preeklamsia atau infeksi

Gerakan janin dapat menjadi indikator kesehatan bayi dalam kandungan. Jika dalam beberapa jam tidak ada gerakan yang dirasakan, ibu hamil sebaiknya segera memeriksakan diri.

Ilustrasi Freepik

Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Rutin

Untuk mencegah kegawatdaruratan, Ganot menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin atau antenatal care (ANC). Kementerian Kesehatan menganjurkan minimal enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan.

Dia juga mengingatkan bahwa risiko komplikasi tidak selalu berakhir setelah persalinan. Masa nifas hingga 42 hari setelah melahirkan tetap memerlukan pemantauan karena masih berisiko mengalami komplikasi.

"Kenali tanda bahaya sejak dini dan jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Dukungan keluarga juga sangat penting agar ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan aman," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Diduga HIV Tawarkan Layanan Seksual Lewat Secarik Kertas di Tangsel
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Mario Aji Terdampar ke Posisi 25 pada Latihan Moto2 GP AS
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Grand Prix Brasil 2026 Diwarnai Banyak Masalah, Francesco Bagnaia Langsung Minta MotoGP Lakukan Hal Ini
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Airlangga Pastikan WFH Segera Diumumkan
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kolab Angry Birds di Two Point Museum Lewat Update Gratis
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.