Demonstrasi penangkapan mantan Perdana Menteri KP Sharma Oli oleh aparat kepolisian di Kathmandu, Nepal, Sabtu (28/3/2026) berujung ricuh. Aksi tersebut berlangsung di sejumlah ruas jalan utama kota, dengan massa membakar ban di tengah jalan sebagai bentuk penolakan.
Situasi sempat memanas dan berujung ricuh saat aparat kepolisian berupaya membubarkan massa, menyebabkan beberapa demonstran dilaporkan mengalami luka-luka.
Penangkapan KP Sharma Oli terkait dugaan keterlibatan dalam penindakan keras terhadap demonstran pada aksi protes September lalu yang menewaskan puluhan orang. Selain itu, mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak juga turut diamankan dalam kasus yang sama. Keduanya diduga berperan dalam pengambilan kebijakan saat operasi penertiban berlangsung.
Situasi politik Nepal sendiri tengah mengalami perubahan signifikan. Sehari sebelum penangkapan, Sharma Oli, sosok Balendra Shah resmi dilantik sebagai perdana menteri pada Jumat (27/3). Mantan rapper tersebut naik ke kursi pemerintahan setelah partainya, Rastriya Swatantra Party, memenangkan pemilu dengan meraih 182 dari total 275 kursi parlemen.
Pemilu tersebut digelar setelah gelombang demonstrasi besar mengguncang Nepal pada September tahun sebelumnya. Aksi yang banyak diikuti generasi muda itu menewaskan sedikitnya 76 orang dan menjadi salah satu pemicu perubahan politik di negara tersebut.
Balendra Shah kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan stabilitas politik sekaligus membuka lapangan kerja, di tengah situasi yang masih diwarnai ketegangan antara pendukung pemerintah dan pihak yang menuntut keadilan atas insiden berdarah tersebut.





