FBI Hingga Lockheed Martin, Hacker Iran Bocorkan Data Elite Amerika Serikat

wartaekonomi.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hacker Iran melancarkan serangan siber terhadap sejumlah pihak yang terkait dengan Amerika Serikat. Terbaru, mereka berhasil membobol email dan menyebarkan data pribadi dari Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Kash Patel.

Dikutip dari Reuters, Kelompok Handala Hack Team baru-baru ini mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Dalam pernyataannya, mereka menyebut telah berhasil meretas akun email dari Patel. Handala Hack Team diketahui mempublikasikan berbagai foto pribadi sang politikus, termasuk saat sedang merokok cerutu, berkendara dengan mobil klasik hingga foto selfie dari Patel.

Baca Juga: Fokus Iran, Amerika Serikat Pertimbangkan Alihkan Senjata dari Ukraina ke Timur Tengah

Juru Bicara Federal Bureau of Investigation (FBI) Ben Williamson membenarkan peretasan telah terjadi terhadap email dari Patel. Ia menyatakan bahwa langkah-langkah mitigasi telah dilakukan untuk mengurangi potensi risiko dari insiden tersebut.

Williamson juga menegaskan bahwa data yang bocor bersifat lama dan tidak mengandung informasi pemerintah yang sensitif.

Adapun selain foto pribadi, kelompok hacker terkait juga merilis sampel lebih dari tiga ratus email yang diduga berasal dari periode 2010 hingga 2019. Isi email tersebut disebut mencakup campuran komunikasi pribadi dan pekerjaan, meskipun detail lengkapnya belum sepenuhnya diverifikasi.

Handala Hack Team sendiri dikenal sebagai hacker yang mengklaim pro terhadap Palestina. Namun sejumlah peneliti keamanan siber meyakini kelompok ini merupakan bagian dari operasi siber yang terkait dengan intelijen dari Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok terkait juga mengklaim telah menyerang Perusahaan Perangkat Medis dan Layanan Kesehatan Amerika Serikat, Stryker. Ia juga diketahui membocorkan data karyawan dari Perusahaan Pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin di Timur Tengah.

Pihak Lockheed Martin sendiri menyatakan telah mengetahui laporan tersebut dan memiliki sistem untuk mengatasi ancaman siber dari berbagai pihak, termasuk peretas dari Iran.

Serangan Handala Hack Team menunjukkan bahwa konflik global kini tidak hanya terjadi di medan perang fisik, tetapi juga di dunia digital.

Peretasan ini terjadi menyusul serangan dari Israel dan Amerika Serikat ke Iran. Serangan siber diketahui dapat menjadi alat penting dalam strategi geopolitik modern, baik untuk pengumpulan intelijen, propaganda maupun tekanan psikologis.

Baca Juga: Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran

Dengan sejumlah insiden peretasan ini, eskalasi konflik dalam kawasan terkait kini merambah ke ranah siber. Dengan meningkatnya aktivitas hacker yang diduga didukung negara, ancaman keamanan digital diperkirakan akan terus meningkat seiring perang dari Israel, Iran dan Amerika Serikat. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hanebu Sauyun, KGPAA Mangkunegoro X Gelar Halal bi Halal dan Bagikan 4.000 Porsi Ketupat Opor
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menguji Teknologi Canggih di BYD Atto 3 Advanced Plus, Begini Hasilnya
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Kapolri Nyatakan Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Sudah Terlewati
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Didominasi Wisman Asia, Kunjungan ke Manado Terus Meningkat
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Antrean BBM di SPBU Rokan Hilir Mengular 2 Km, Ini Penyebabnya
• 1 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.