Jakarta, CNBC Indonesia - Di ujung paling selatan Benua Amerika terdapat sebuah kota yang terasa seperti perhentian terakhir peradaban manusia. Ushuaia, di Argentina, dikenal luas dengan julukan El fin del mundo atau "ujung dunia". Kota kecil ini berdiri di pulau Tierra del Fuego, dikelilingi pegunungan bersalju, hutan lebat, dan Selat Beagle yang membeku di musim dingin.
Julukan tersebut bukan sekedar romantisme atau imajinasi semata namun terdapat geografi yang ekstrim, sejarah yang penuh cerita, serta daya tarik alamnya menjadikan Ushuaia unik dan memikat bagi wisatawan, penjelajah, dan ilmuwan.
Mengapa Ushuaia Disebut Ujung Dunia?
Julukan "ujung dunia" bukan tanpa alasan. Beberapa faktor membuat kota ini berbeda dari tempat lain di bumi:
1.Posisi Ekstrim di Selatan
Ushuaia merupakan kota paling selatan yang dihuni manusia secara permanen di dunia. Letaknya yang dekat dengan Antartika, hanya sekitar 1.000 km dari Benua Putih, membuat kota ini berada di batas ekstrim geografis.
Di selatan Ushuaia, tidak ada kota besar lagi, hanya terdapat lautan luas, es abadi, dan pegunungan yang membentang sejauh mata memandang. Sensasi berada di sana seolah melangkah ke ujung dunia yang sesungguhnya, di mana alam mendominasi dan kehadiran manusia terasa kecil.
Foto: Ushuaia, yang dikenal sebagai "Kota di Ujung Dunia" (Fin del Mundo). (Istimewa) Ushuaia, yang dikenal sebagai "Kota di Ujung Dunia" (Fin del Mundo). (Istimewa)
Fakta Menarik tentang Ushuaia
Ushuaia memang bukan ujung bumi secara harfiah, tetapi kota ini merupakan batas terakhir hunian manusia permanen. Jaraknya yang jauh, keterasingannya, dan lanskap alam yang liar membuat kota ini seolah berada di dunia yang berbeda. Ushuaia memiliki sejumlah fakta menarik yang membuatnya semakin istimewa, yaitu: